Minggu, Mei 19, 2024

Bapperida Sulbar Ikuti Press Release BPS Tentang Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Tahun 2024

- Advertisement -

BANNIQ.Id.Mamuju. Kepala Bapperida Sulbar,Dr.Junda Maulana, diwakili Sekban Darwis Damir pada hari Senin, 6 Mei 2024, mengikuti kegiatan Press Release bertempat di Gedung BPS Provinsi Sulawesi Barat lt 2,.

Dalam kegiatan Press Release tersebut Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat mengumumkan tentang:

  1. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1 Tahun 2024
  2. ⁠Perkembangan Tenaga Kerja Februari Tahun 2024
  3. ⁠Indeks Ketimpangan Gender (IKG)

Kepala Bapperida Provinsi Sulawesi Junda Maulana, dalam hal ini diwakili oleh Sekertaris Badan, selaku Plh. Mengatakan bahwa sesuai hasili rilis yang disampaikan Kepala perwakilan BPS Sulbar bahwa perekonomian Sulawesi Baray Tw 1 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 6,02 persen dibanding dgn Tw 1 Tahun 2023, dan terjadi Kontraksi Sebesar 2,71 persen dibanding TW IV-2023 lalu. Sedangkan
Pada skala regional Kasulampua, Sulawesi Barat menempati posisi tertinggi ke 4 dari sepuluh provinsi.

Berikutnya lanjut Sekertaris Badan Muh.Darwis Damir sampaikan via Telepon bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2024 sebesar 3,02 persen, mengalami penurunan 0,02 persen dibandingkan Februari 2023. Dan dalam kesempatan rilis tersebut juga disampaikan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Sulawesi Barat mengalami penurunan dari Tahun 2022 yang sebesar 0,510 menjadi 0,494 pada tahun 2023. Hal ini menunjukan perbaikan yang stabil dalam kesetaraan gender. IKG ini juga dipengaruhi oleh perbaikan pada dimensi kesehatan Reproduksi Dan Pemberdayaan.

Dalam press rilis berita resmi statistik, selain Dihadiri Sekertaris Daerah, juga dihadiri beberapa OPD yang pengampuh Pertumbuhan ekonomi, Tenaga Kerja.|drs/***

Baca Juga >>   Kadis Perkim Sulbar Buka Rapat Persiapan GTRA Provinsi Sulbar Tahun 2024
BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Berita Populer

Komentar Pembaca

error: