Distan Sulbar Bantu Pengentasan Kemiskinan Melalui Program BEKERJA

Hits: 252

Kepala Dinas Pertanian Pemprov Sulbar, Ir.H.Tanawali,MMA.(photo:repro)

BANNIQ.Id.Polewali. Kepedulian Kementerian Pertanian dalam upaya untuk mengentaskan kemiskinan terus digalakkan, salah satunya melalui program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja), yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat kategori pra sejahtera.

Kepala Dinas Pertanian Pemprov Sulbar, Ir.Tanawali,MMA, Minggu(7/5/2019) menyampaikan optimismenya akan keberhasilan program BEKERJA dalam rangka pengentasan Kemiskinan.

” Kami optimistis dengan program ini kemiskinan bisa dientaskan,” Ujar Kadis yang dikenal ulet dan memiliki kepedulian tinggi kepada perbaikan nasib petani ini.
Diuraikan lebih jauh oleh Tanawali, bahwa program BEKERJA di Sulbar tahun 2019 menargetkan 16.121 RTM tersebar di 5 kabupaten, meliputi ; Kabupaten Polman 6.113×50=305.650, Majene 2.888×50=144.400, Mamuju, ,4.432×50=221.600, Kabupaten Mateng 1.200×50=60.000 dan Pasangkayu 1.488×50=74.400 Total = 806.050 ekor, Program ini menyasar 14 kecamatan dan 103 desa.

Masih diuraikan oleh Tanawali, Program BEKERJA fokus pada upaya peningkatan pendapatan dan daya beli mayoritas rumah tangga miskin yang bekerja di sektor pertanian maupun informal di pedesaan. Program pengentasan kemiskinan ini bersinergi dengan Kemensos, dan pemerintah daerah.
 
“Ini adalah solusi permanen untuk saudara kita yang miskin di desa agar pendapatannya naik, tidak lagi miskin,” Imbuhnya.
 
Mekanisme Bantuan dalam Program BEKERJA, sambung Tanawali, komoditasnya diarahkan berdasarkan keunggulan komparatif masing-masing daerah yang menghasilkan nilai ekonomis tinggi. Sasarannya difokuskan pada satu wilayah penduduk miskin yang dikelompokkan dalam 3 klaster. Setiap klaster, penduduk miskin berjumlah 5 hingga 10 ribu. Solusi jangka pendek dan menengahnya melalui bantuan sayur-sayuran dan bibit ayam petelur berumur dua bulan beserta kandang dan pakan.
 
“Untuk ayam, bantuan yang diberikan 50 ekor per rumah tangga prasejahtera.
Coba kita analisa saat usia enam bulan menghasilkan 50 butir per hari (1.500 / bln) dengan masa produktif dua tahun. Sehingga pendapatan 1.500@Ro1.200 = Rp 1.800.000 per bulan,dalam satu tahun Rp. 21.600.000,” Terang mantan penyuluh Andalan Nasional di era 80 an ini.
 

Dengan bantuan ini, masih menurut Tanawali , Sulbar harus lepas dari kemiskinan dari program ini kita secara bersama-sama melepaskan rakyat dari kemiskinan, dan mampu melakukan akselerasi penurunan angka kemiskinan serta akselerasi pembangunan pertanian di pedesaan sehingga pendapatan petani makin meningkat dan angka kemiskinan terus ditekan.
 
Kami sangat yakin Program BEKERJA ini sangat tepat dan efektif. Program ini tidak sekedar memberi bantaun, tapi disertai pendampingan.
 
“Kami berharap Program Bekerja ini nyata mensejahterakan masyarakat. Yang punya anak, harus mensekolahkan anaknya minimal lulus SMA bila perlu sukses ke perguruan tinggi, Jangan sampai ada anak yang putus sekolah karena alasan biaya,” pungkas kadis yang dikenal punya jiwa dedikasi yang tinggi ini.|smd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *