Sabtu, April 13, 2024

Harga Bahan Pokok Melambung Tinggi, Ketua PMII Cabang Mamuju Desak Pemerintah Segera Turun Tangan

- Advertisement -

Ketua PC PMII Cabang Mamuju, M.Radi Tasming(foto:Ist)

BANNIQ.Id. Mamuju.Melambungnya harga sembako saat ini membuat buruh “teriak” dan mempertanyakan komitmen pemerintah mengendalikan harga.

Harga bahan pangan penting dan pokok terpantau memang masih melanjutkan kenaikan lagi per harinya pasca pemilu 2024 Bahkan, harga beras premium maupun medium cetak rekor baru lagi hari ini.
Panel Harga Badan Pangan mencatat, harga beras premium naik Rp70 ke Rp16.370 per kg dan beras medium naik Rp50 ke Rp14.300 per kg.

“Harga beras saat ini tercatat tertinggi semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), naik hingga 20% dari kisaran Rp14 ribu per kg menjadi sekitar Rp18 ribu per kg. Tak hanya beras, harga telur ayam juga mengalami kenaikan yang sangat tinggi saat ini, Rp 32.000 per kg. Padahal biasanya harga telur ayam di bawah Rp.25.000 per kg. Bahkan harga cabai sempat menembus angka Rp.100.000 per kg.

Di tambah kenaikan juga bukan terjadi pada beras saja tapi harga sembako lainya seperti cabai dan minyak goreng juga melesat tinggi.
Kenaikan ini berdampak hampir di semua provinsi/wilaya di Indonesia termasuk provinsi Sulawesi barat khususnya.

Ketua PC PMII Mamuju M Radi Tasming Saputra menanggapi kenaikan harga beras dan sembako ini sanggat meresahkan masyarakat terutama masyarakat yang ada di akar rumput.

” Pasca pemilu yang harus jadi perhatian adalah stabilitas harga pangan di pasar bukan terus meluluh mempriotaskan hasil pemilu ,pemerintah harus turun tangan dalam pengendalian pasar pasca pemilu,” jelas Radit Sapaan Karib M.Radi Tasming via rilis elektroniknya yang dikirim ke redaksi Banniq.Id,Selasa(27/2/24).

Kepada pemerintah Sulawesi barat dan pemerintah kabupaten Mamuju Radit menyampaikan bahwa pemerintah harus turun segera mengandilakan harga pasar yang terus naik dan tidak stabil Karna ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah.|***

BERITA TERKAIT

Berita Populer

Komentar Pembaca

error: