CEREMONY
Beranda » Pemikiran Solutif PHS Tentang Stunting

Pemikiran Solutif PHS Tentang Stunting

Pj Gubernur Sulbar, Dr.Akmal Malik, bersama Rektor UNM,Prof.Dr.H.Husain Syam,MTP dan Bupati Mamasa Drs.H.Ramlan Badawi,MH usai kegiatan Upacara HUT Kab.Mamasa yang 21 Tahun(photo:repro)

BANNIQ.Id.Mamasa. Angka Stunting di Sulbar yang merupakan daerah tertinggi kedua setelah Provinsi NTT, tak luput disorot oleh Rektor UNM Prof.Dr.H.Husain Syam,M.TP;IPU.ASEAN.Eng. Rektor yang Karib disapa PHS ini menilai masalah stunting sesungguhnya tidak akan muncul bila tiga hal pokok menjadi perhatian utama pemerintah, yakni Pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan dan peningkatan Ekonomi.

Bedug dan Takbir Bersahut, Potret Harmoni Toleransi di Kabupaten Mamasa

” Sesungguhnya Stunting dalam pandangan saya tak perlu diurus langsung, sepanjang pemerintah bisa hadir dan mengontrol 3 hal, yakni pendidikan yang berkualitas, peningkatan taraf hidup masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi yang didukung oleh penguatan UMKM,” jelas Ketua KKMSB Sulsel ini usai mengikuti Upacara Peringatqn HUT Kabupaten Mamasa yang ke 21 tahun,Sabtu 11 Maret 2023.

Beberapa pemicu terjadinya stunting kata PHS  karena gisi buruk dan pernikahan dini, jika pendidikan hadir di sana masalah itu tidak akan muncul.

Bersama Ketua PMI dan Ketua DPC PDIP Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Kayumaloa

” Kenapa ada stunting karena pernikahan dini dan gizi buruk, pemicu ini ada karena pendidikan yang berkualitas belum hadir di situ, untuk itu harus ada sinergi dan kolaborasi semua stake holder, baik kemedkbud,Kemenkes,Kemenag dan BKKBN untuk membangun permahaman yang sama terkait penanganan stunting ini,” pungkas Guru Besar Bidang Teknik ini.|***

Agus Ambo Djiwa Tebar Kepedulian Jelang Idul Fitri 1447 H, Ratusan Warga Pasangkayu Terima Bantuan Beras
× Advertisement
× Advertisement