Prof Husain Syam Bicara tentang Perlunya Pemekaran Kabupaten Balanipa

Hits: 778

Prof.Dr.H.Husain Syam berpoto Bersama dengan KAPP Balanipa dan anggota DPRD Sulbar di kediamannya di Rujab Rektor UNM jalan landak baru Makassar(photo:repro)

BANNIQ.Id.Makassar.Perjuangan Pembentukan Kabupaten Balanipa yang telah dimulai sejak tahun 1950an dan kembali digerakkan lebih massif pada tahun 2007 di bawah Panji perjuangan Komite Aksi Perjuangan Pembentukan (KAPP) Kabupaten Balanipa yang dipanglimai Mujirin M.Yamin.

Rentetan kegiatan dan aspek pendukung telah dilakukan dan dimaksimalkan oleh KAPP untuk mendorong percepatan terbentuknya DOB tersebut. Dan salah satu penguatan yang kembali dilakukan untuk percepatan Kabupaten Balanipa, adalah Seminar yang bertema Pemekaran Daerah Alternatif percepatan Pembangunan Balanipa,di Makassar Jum’at, 26 Maret 2021.

Guna meminta respon dan pandangan tokoh masyarakat Polman yang ada di Makassar terkait pemekaran Kabupaten Balanipa, Banniq.Id bertandang ke Menara Pinishi, tempat berkantor orang Nomor satu di UNM, Prof Dr.H.Husain Syam,MT,Jum’at (26/3/2021).

Guru besar teknik ini berpadangan bahwa motivasi dari pemekaran daerah itu adalah pendekatan pelayanan kepada masyarakat satu daerah yang wilayahnya luas, untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di Wilayah tersebut.

” Tujuan pokok dari adanya keinginan untuk memekarkan suatu wilayah pemerintahan adalah untuk percepatan akselerasi pelayanan ke masyarakat, karena wilayah yang terlampau luas maka perlu dimekarkan agar masyarakat dapat menikmati layanan secara cepat dan prima,” Urai Rektor UNM ini.

Karena berpijak pada tujuan tersebut kata Prof Husain, maka jangan ada tendensi politik dibalik perjuangan pemekaran daerah, misalnya karena adanya keinginan segelintir orang yang ingin menjadi pemimpin setelah daerah itu mekar.

” Jangan karena keinginan segelintir orang untuk menjadi pemimpin maka pemekaran itu didorong, ini bukan tujuan dari pemekaran suatu daerah,” timpalnya.

Kemudian memotret perjuangan pemekaran Kabupaten Balanipa, sebut Husain dirinya selaku masyarakat Polman sebagai induk Kabupaten bila DOB Balanipa terwujud menyampaikan pandangan realistis tentang perlunya Kabupaten Balanipa.

” Dari luas wilayah dan populasi penduduk, Poman ini setara dengan tiga Kabupaten, dengan wilayah yang luas dan penduduk yang padat ini akselerasi percepatan pelayanan sulit diwujudkan, untuk itu solusinya pemekaran Kabupaten Balanipa yang wilayahnya sampai ke Tinambung perbatasan Majene,” lugasnya.

Untuk mendorong percepatan kabupaten Balanipa itu lanjut Prof Husain, semua komponen masyarakat Balanipa baik tokoh masyarakat, tokoh pendidik dan tokoh agama untuk mendorong secara bersama-sama serta memiliki visi yang sama untuk mewujudkan Kabupaten balanipa sebagai alternatif untuk pendekatan pelayanan masyarakat di Balanipa nanti.

” Untuk itu semua komponen baik tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pendidik
Untuk mendorong secara bersama-sama memiliki visi yang sama untuk mewujudkan Kabupaten Balanipa sebagai alternatif pendekatan pelayanan masyarakat di Balanipa nanti,” harapnya.

Kemudian untuk kondisi masalah yang dihadapi saat ini karena masih moratorium pemekaran, ia menyarankan agar semua persyaratan dan kesatuan pandangan semua komponen yang harus dimaksimalkan, sehingga begitu moratarium dibuka tak ada lagi masalah tinggal didorong untuk percepatannya.

” Untuk menunggu pembukaan moratorium, semua syarat yang dibutuhkan dan pandangan yang sama harus dimaksimalkan jangan ada lagi pandangan yang berbeda, jadi begitu moratorium dibuka tinggal didorong percepatannya,” pungkasnya.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *