ADVERTORIAL

Rakortekrenbang Tingkat Provinsi, Disperkim Sulbar Sepakati Hasil Pembahasan Outcome Prioritas

BANNIQ.Id.Mamuju. Rapat Kordinasi Teknik Rencana Pembangunan(Rakortekrenbang)  Pemprov Sulbar yang dilaksanakan hari ini,Rabu, 20 Maret 2024 di Grand Maleo Hotel Mamuju,Dibuka oleh Sekprov Sulbar,Dr.Muh.Idris,DP.

Kegiatan ini dihadiri oleh semua pimoinan OPD Lingkup Pemprov Sulbar dan Bappeda Kabupaten Se Sulbar.

RSUD Sulbar Hadirkan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Baru, Dirut: Pasien Gangguan Muskuloskeletal akan Secepatnya Tertangani

Pada sesi pembahasan bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Disperkim Sulbar telah menyepakati hasil pembahasan outcome prioritas yang diusulkan oleh Disperkim Kabupaten.

Kepala Seksi Program Disperkim Sular Muh.Dadang mengatakan, beberapa catatan pembahasan seperti yang diusulkan Disperkim Polman,antara lain; Dibutuhkan dukungan dari Pemerintah Provinsi terkait Perumahan layak huni dan permukiman berupa dukungan PSU Bidang Permukiman.Selanjutnya, Dibutuhkan pengusulan berupa dokumen SK Kawasan Kumuh Kesepakatan.

Terima Audiensi Kominfo Majene,Ridwan Sarankan Pelayanan Berbasis Digital dan Terintegrasi

Selanjutnya,pencapaian target yang akan dilakukan melalui kolaborasi berbagai sumber pembiayaan dan pendanaan yaitu APBN, APBD provinsi dan/atau kabupaten/kota, dan swasta/pengembang serta CSR.

Berikutnya, Pemprov mendorong kabupaten/kota untuk berpartisipasi aktif dalam pengusulan DAK Tematik PPKT sebagai bagian dari pencapaian target
RLH. Pengusulan ini berdasarkan SK Kumuh yang saat ini dalam proses updating baseline oleh Kementerian PUPR melalui BPPW.

KKN hampir 2000 mahasiswa, Unsulbar Jelaskan Urgensi Anggaran Rp.700 juta

Rakortekrenbang tingkat Provinsi Sulbar(foto:repro)

Kemudian Berdasarkan capaian RLH Tahun 2023, maka telah ditargetkan dalam
RPD Prov. Sulbar untuk Tahun 2025 adalah 65,05%. Hal ini berdasarkan
tren dari Tahun 2022-2026.

“Disepakati target untuk RLH di tahun 2025 sebesar 77,83 Persen,Tandasnya.

Kemudian  Dinas Perkimtan Kab. Majene,kesepakatan pembahasannya yakni, Berdasarkan data RTLH sekitar 13.000 lebih, tahun 2024 melakukan
pemutakhiran data Banyak bantuan dari berbagai sumber pendanaan akan tetapi tidak sepenuhnya berkoordinasi dengan Pemkab.

Berikutnya, Masih ada 4.000 lebih yang belum tertangani sejak terjadinya gempa
– Yang direncanakan korban relokasi banjir di Salutambung
– Akan melakukan Sinkronisasi Perda tentang Kawasan Kumuh

Poin selanjutnya, Bappeda Kabupaten Majene mengusulkan Agar Provinsi memberikan Kabupaten majene sebagai salah satu prioritas dalam melaksanakan kebijakan Dinas Perkim Provinsi Sulawesi Barat:

Seterusnya, Pencapaian target yang akan dilakukan melalui kolaborasi berbagai sumber pembiayaan dan pendanaan yaitu APBN, APBD provinsi dan/atau kabupaten/kota, dan swasta/pengembang serta CSR.

Kemudian  Pemprov mendorong kabupaten/kota untuk berpartisipasi aktif dalam pengusulan DAK Tematik PPKT sebagai bagian dari pencapaian target
RLH. Pengusulan ini berdasarkan SK Kumuh yang saat ini dalam proses updating baseline oleh Kementerian PUPR melalui BPPW.

Berdasarkan capaian RLH Tahun 2023, maka telah ditargetkan dalam RPD Prov. Sulbar untuk Tahun 2025 adalah 65,05%. Hal ini berdasarkan tren dari Tahun 2022-2026.

Dan yang terakhir Agar kabupaten menyampaikan SK Kawasan Kumuh ke provinsi untuk dijadikan bahan pertimbangan penentuan lokasi dan alokasi.

” Dalam kegiqtan Rakortekrenban ini disepakati target untuk RLH di tahun 2025 sebesar 60 Persen,” pungkasnya.|***

× Advertisement
× Advertisement