SARANA dan PRASARANA

Balai Prasarana Pemukiman Garansi Kualitas Bangunan Rekonstruksi Gedung Sekolah Sesuai Standar dan Tahan Terhadap Gempa Hingga 7 SR

photo Bersama Kepala dan Satker Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulbar dengan Kadisdikbud usai Ground Breaking Rekonstruksi Gedung SMK Rangas Mamuju(photo:humas)

BANNIQ.Id.Sulbar. Ground Breaking Pembangunan Gedung SMK Rangas yang Luluh lantak akibat Gempa 6.2 SR Awal Januari tahun 2021 lalu, dilaksanakan Hari ini Rabu (23/2) oleh Gubernur Sulbar HM Alibaal Masdar dan kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi Sulbar,Ir.H.Noormansjah Wartabone.

Kepada awak media, Ir.Normansjah Wartabone menyampaikan, rehab dan rekonstruksi gedung sekolah terdampak gempa yang tersebar di Kabupaten Majene dan Mamuju sebanyak 42 sekolah dan madrasah dan kontraknya hingga tahun 2023.

Gubernur Bersama Kepala Balai Prasarana Pemukiman Sulbar Laksanakan Ground Breaking Pembangunan SMK Rangas

” Rehab dan rekon gedung sekolah terdampak gempa ini sekira 42 sekolah dan Madrasah yang tersebar di Majene dan Mamuju, kontraknya hingga tahun 2023 kalau sekolah kemudian madrasah berakhir di tahun 2022 ini,” jelas Noormansjah.

Untuk kualitas bangunan sendiri, Noormansjah menggaransi rehab dan rekon gedung sekolah dan madrasah tersebut sesuai standar NSI terbaru dan tahan terhadap gempa hingga 7 SR.

Pelaksana Proyek Target Kolam Renang Mamuju Rampung Januari Ini

” Rekonstruksinya sesuai Standar NSI terbaru yakni tahun 2019, dan Insya Allah akan tahan terhadap gempa hingga 7 SR,” tambahnya.

Kemudian untuk tipikal gedung, khusus untuk gedung SMK Rangas rata-rata berlantai dua, namun gedung sekolah lain ada yang satu lantai.

Progres Baru 70%, Pelaksana Proyek Pembangunan Kolam Renang Dikenakan Denda

” Tipikal bangunannya bervariasi ada satu lantai ada dua lantai, namun khusus untuk SMK Rangas,sebahagian besar nantinya berlantai dua,” imbuhnya.

Selain sekolah, Gedung pemerintahan yang juga rubuh saat gempa seperti Kantor Gubernur dan Kantor DPRD Sulbar, sebut Noormansjah, tahun ini juga akan dibangun karena anggarannya sudah ada, namun harus menunggu rekomendasi dari Mentri PUPR mengingat Anggarannya yang lebih Rp 100 M.

” Tahun ini juga akan dibangun, hanya karena anggarannya lebih dari Rp 100 Miliar, aturannya harus seisin menteri sebelum dilelang jika sudah ada rekomendasi dari Mentri, kita akan lelang karena perencanaannyapun juga sudah selesai,” pungkas kepala balai yang dikenal tegas dan disiplin ini.|samad

× Advertisement
× Advertisement