Delapan Bulan Berperan dengan Corona, Kini Sulbar Sisakan 234 Pasien Covid 19

Hits: 2

BANNIQ.Id.Sulbar.Pandemi Covid 19 yang telah masuk dalam wilayah Republik Indonesia pada Bulan Maret tahun ini, setelah wabah ini menyerang salah satu Provinsi di Wu Han Tiongkok. Atas Pandemi ini pemerintah Republik Indonesia harus menggerus plot anggaran yang sebelumnya untuk Program Pembangunan Fisik maupun pemberdayaan masyarakat.

Semua jenamg Pemerintahan mulai dari Pusat hingga ke daerah dihatuskan untuk melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid 19. Pemprov Sulbar Telah menggelontorkan Ratusan miliar anggaran untuk penanganan Covid 19 yang data sampai hari ini menyentuh angka 967 kasus Positif Covid 19 pertanggal 20 Oktober 2020 dengan total kesembuhan sebanyak 724 pasien.

Selama 8 Bulan penanganan Covid Penanganan Covid 19, hasil atau ambaran umum tentang kondisi masyarakat Sulbar dalam menghadapi adaptasi Kebiasaan baru, diteropong oleh Kadis Kesehatan Sulbar dr.Muh.Alief Satria. Kata Alief, Meskipun dalam kondisi Adaptasi kebiasaan baru saat ini, ternyata masih ditemui kasus Covid 19 baik kluster keluarga maupun kluster perkantoran, dan rawan adalah kabupaten yang memiliki lepadatan penduduk yakni Polman dan Mamuju sedangkan kabupaten yang berpenduduk relatif rendah seperti Pasangkayu cenderung minim kasusnya.

” Terkait Penanganan Covid 19 ini, beberapa hal yang sudah dilakukan oleh Dinkes Sulbar baik dari perencanaan, penanganan Covid,deteksi kasus, perawatan dan managemen,” Ucap Mantan Kadis Kesehatan Pasangkayu ini.
Lebih jauh Alief menguraikan, langkah-langkah pelaksanaan di semua sektor juga sudah dilakukan secara komprehensif di semua sektor dengan mengoptimalkan gugus tugas, pengadaan Laboratorium Mobile PCR dan sosialisasi untuk mendisiplinkan masyarakat juga sudah dilakukan mellaui media massa baik cetak, elektronik dan media daring.

Untuk penanganan Covid 19 secara kewilayahan, seperti di Kabupaten Polman, Instansi yang berwenang juga telah melaksanakan kegiata serupa. Kadis Kesehatan Polman,H.Syuaib mengatakan melalui materinya, bahwa kabupaten Polman merupaka daerah Pandemi yang rawan olehnya, hal-hal yang dilakukan untuk menekan dan menangani Covid 19 di Polman dengan tracing dan racing.

” Upaya yang kita lakukan yakni Tracing,Racing dan gerakan unik dengan istilah Gedor, atau gedor door to door yang melibatkan semua unsur seperti TNI, Polri,Pemda dan masyarakat umum,” Bebernya.
Kemudian dari Potret legislatif, H.Sudirman selalu Ketua Komisi IV DPRD Sulbar menyampaikan, kontribusi Legislatif terhadap penanganan Covid 19 dengan memberi ruang fiskal pembiayaan secara optimal, hingga persetujuan penggelontoran anggaran ratusan miliar.
” Memang penanganan dari aspek kesehatan sudah sangat baik, hanya dampak penanganan sosial masyarakat belum terserap secara baik,” Jelas Politis Golkar ini.

Sementara itu akademisi UNM yang kini jadi Kadis Dikbud Sulbar Prof.Gufran juga menyampaikan analisisnya . Menurutnya agar kasus Covid 19 di Sulbar tak semakin booming, ia menyarankan agar Tracing dan Racing semakin digalakkan, Peralatan PCR diperkuat

Dari aspek Regulasi, Pemprov Sulbar juga telah mengeluarkan Pergub untuk mendisiplinkan masyarakat Sulbar.” Dibautnya Perda ini untuk Menjadi dasar kita untuk melakukan tindakan kepada mereka yang tidak taat atas protokoler kesehatan,” Tegas Kepala BPBD Sulbar,Darno Madjid satu ketika.

Untuk teknis penanganan pasien Covid 19 Untuk Rumah Sakit Regional Pemprov Sulbar dari awal hingga sekarang tinggal menyisakan 13 pasien yang terdisi pasien Isolasi 5 dan pasien karantinan 8.
” Sekarang di RSU Regional Sulbar tinggal menyisakan 18 pasien yakni 5 isolasi dan 8 karantina, selebihnya karantina Mandiri,” Ujar Dirut RS Regional Sulbar, Selasa (20/10/2020).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *