Dewan Pendidikan Sulbar Sikapi Insiden Pakaian Seragam Sekolah Pelayan Club’ 37, Sesuai Tupoksi

BANNIQ.Id.Sulbar.Atas insiden Penggunaan Seragam Sekolah(Putih-Abu) oleh Pelayan Club’ 37 Hotel Grand Maleo Mamuju yang sempat viral, berakhir dengan permintaan maaf dari pihak manajemen Club’ 37, melalui Konferensi Pers yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar yang dihadiri Pengurus Dewan Pendidikan Sulbar, Jum’at( 26/7/2019).

Ketua Dewan Pendidikan Sulbar,Drs.H.Ansar Nur Hasanuddin,M.Si menjelaskan, pihak Dewan Pendidikan Provinsi Sulbar telah menyikapi dengan serius masalah tersebut dengan mendatangi langsung pihak manajemen dan meminta ke yang bersangkutan untuk meminta maaf dan tidak mengulangi lagi hal serupa di masa yang akan datang.

” Sebelum ke sini tadi kami sudah mendatangi pihak manajemen Club’ 37, kami sampaikan agar meminta maaf dan tidak lagi mengulangi hal serupa di masa yang akan datang, kalau tema yang lain mungkin bolehlah tapi yang sensitif jangan lagi,” Ujar H.Ansar kepada awak media di kantor Dinas Pendidikan Sulbar.

Kemudian terkait posisi dewan pendidikan terhadap masalah tersebut, sesuai fungsinya sebagai lembagai yang memberikan saran dan pbinan terhadap masalah pendidikan, tetap berposisi pada tugas dan fungsinya, tidak akan melakukan yang bukan menjadi ranah dari lembaga yang dipimpinnya tersebut.

” Sesuai tugas dan fungsi Dewan Pendidikan, sebagai lembaga pembina, kita tidak akan melakukan hal yang bukan menjadi ranah dari Dewan Pendidikan, jika ada komponen lain yang ingin membawa ke ranah hukum msalah ini, tidak masalah, yang jelas mereka sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, kami anggap masalah ini sudah selesai,” Pungkasnya.

Di tempat yang sama,Manajer Club’ 37,I Ketut Sebet menyatakan khilaf dan meminta maaf atas insiden penggunaan seragam sekolah oleh karyawannya.

Kami selaku Manajer club 37, mengucapkan permohonan maaf atas segala kesalalahan dan khilaf kami atas kejadian ini, dan kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi, kemudian tidak ada niat kami untuk menyingung dan mengebiri kelompok-kelompok tertentu ,” Ujarnya.

Ketut menambahkan,terkait pemilihan tema setiap bulan pihaknya selalu membuat tema, dan tematik yang ada di Club malam tersebut, semata-mata sebatas hiburan saja dan setiap bulannya selalu berubah.|nn.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *