Di Limboro, BPOM dan Anggota Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Obat dan Makanan

Hits: 10

BANNIQ.Id.Limboro. Upaya untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengetahuan dan pemahaman mereka untuk mengkonsumsi dan menggunakan obat dan makanan yang sehat terus dilakukan oleh Badan POM Provinsi Sulawesi Barat melalui  sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) obat dan makanan, Rabu (29/7/2020)  di pelataran SMPN 3, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar.

Kepala Balai POM Mamuju, Netty Nurmuliawaty mengatakan,  dalam pelaksanaan sosialisasi dan pemberdayaan KIE, pihaknya menggandeng anggota DPR-RI Komisi IX, Andi Ruskati Alibaal dan Pemerintah setempat.

“Kegiatan ini kita laksanakan bekerjasama dengan anggota DPR-RI Komisi IX Andi Ruskati Ali Baal, serta melibatkan pemerintah daerah, mengedukasi 125 orang yang berasal dari berbagai komunitas masyarakat,” Ujar Netty.

Netty menambahkan, kegiatan KIE itu sendiri  diselenggarakan di Lima kabupaten di Sulawesi Barat, yakni Polewali Mandar, sebagai daerah ke empat setelah Mamuju, Majene dan Mamuju Tengah (Mateng).

“ Tujuan dari kegiatan ini  untuk  mengedukasi  masyarakat agar cerdas dalam memilih dan menggunakan obat dan makanan,” Imbuhnya.

Harapan Netty lebih jauh dengan   terselenggaranya sosialisasi KIE tersebut, masyarakat di Kabupaten Polman, dapat menjadi konsumen yang cerdas dan malaqbi

Sebagai Pemateri pada kegiatan ini, Anggota Komisi IX DPR-RI Andi Ruskati Alibaal, juga kepada para peserta agar usai mengikuti kegiatan tersebut ia dapat menerapkan materi kegaiatan yang diikuti.

“ Harapan kami kepada saudara-saudara semua atas  selesainya acara ini, mudah – mudahan masyarakat bisa menerapkan materi sosialisasi KIE yang telah disampaikan, sehingga kita semua bisa hidup sehat,” ujar Andi Ruskati Alibaal.

Tak lupa Ruskati  juga menganjurkan agar di masa Pandemi Covid 19 ini  masyarakat tetap taat  untuk tetap menerapkan protokoler kesehatan.

“saat  ini kita masih mengahadapi pandemi covid19  meskipun era  new normal, kita tetap harus memperhatikan protokoler kesehatan,” pungkasnya.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *