Intervensi Program Marasa Bidang Kehutanan Sasar 7 Kecamatan

Hits: 54

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulbar,Ir.H.Fakhruddin HD(photo:repro)

BANNIQ.Id.Sulbar. Program Mandiri ,Cerdas dan Sehat(Marasa) yang dicanangkan oleh Pemprov Sulbar sesuai Visi dan Misi Gubernur-Wakil Gubernur Sulbar yang terintegrasi di OPD yang mengacu pada masing-masing Renstra OPD, dengan mengintervensi Lokus(desa).

Untuk Bidang Kehutanan, Program Marasa yang menyasar 7 kecamatan se Sulbar mengacu pada tiga program pokok antara lain program pengendalian daerah Aliran sungai dan hutan lindung berbasis pemberdayaan masyarakat.

” Untuk program Marasa yang dijalankan dinas Kehutanan, meliputi program pengendalian daerah aliran sungai dan hutan lindung berbasis pemberdayaan masyarakat, perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan serta program pengelolaan hutan,” Ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulbar,Drs.H.Fakhruddin,HD,Jum’at(1/11/2019).

Pelaksanaan program Marasa bidang Kehutanan, sambung Fakhruddin dibreakdown melalui program meliputi rehabilitasi hutan dan lahan, penyelenggaraan pengembangan pembenihan tanaman hutan,pengkayaan tanaman Agroforesty, pengembangan MPTS ,Pengelolaan hutan Pada KPH Pasangkayu, Pengelolaan Hutan pada KPH Budong-budong dan pengelolan hutan pada KPH Karama.

” Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan ini, meliputi kegiatan pengadaan bibit durian, bibit pala, bibit rambutan, pengadaan bibit Jabon di beberapa desa seperti di Desa Botteng Utara, pamulukang,dan Bambalamotu, dan rata-rata progresnya sudah 100%,” Imbuhnya.

Kegiatan lainnya,yang berada di Kabupaten Polman dan Pasangkayu, meliputi pembuatan tanaman agroforesty di Beroangin, di sekitar kawasan peternakan, pembuatan tanaman hutan rakyat di Bambaira oleh KPH Pasangkayu, Pembuatan tanaman hutan rakyat di Topoyo dan pembuatan Tanaman hutan rakyat oleh KPH Karama di Tappalang Barat.

Untuk mengukur keberhasilan intervensi Program Marasa yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan ini, masih kata Fakhruddin dinilai dari pulihnya lahan kritis dan meningkatnya pendapatan masyarakat.

” Karena program Marasa ini sasarannya lokus yang diintervensi untuk pengembangan dan pembangunan,maka untuk menilai hasil dari program yang telah dilaksanakan dilihat dari pulihnya lahan kritis dan meningkatnya pendapatan masyarakat,” Pungkas Kadis yang sangat Paham manajemen pengelolaan dan pengembangan hutan ini.|Asdar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *