Kakanwil Kemenag Sulbar, Ajak Jajaran Berzikir dan Bershalawat Atasi Virus Corona

Hits: 92


BANNIQ.Id.Sulbar. Kakanwil Kemenag Sulbar, Muflih B Fattah mengajak dan menghimbau kepada semua jajarannya untuk melakukan doa, dzikir dan shalawat sebagai ikhtiar dalam mengatasi virus corona yang sedang berlangsung di seluruh pelosok negeri.

Ajakan tersebut disampaikan Muflih Kasubag Umum dan Humas Kanwil Kemenag ,Sahlan (29/3/2020).

Dirinya meyakini bahwa salah satu upaya melawan dan membasmi agar corona segera dapat diatasi dengan memperbanyak doa, dzikir dan bershalawat.

” Salah satu shalawat yang sangat mujarab bila dilakukan usai shalat atau kapan dan dimanapun bila memungkinkan kita senantiasa mengamalkannya yaitu shalawat THIBBIL QULUB. Sholawat Thibbil Qulub merupakan shalawat yang bertujuan untuk menenangkan hati dan pikiran. Bisa dilantunkan saat hati gelisah, was-was atau mengalami kegusaran. Selain itu Sholawat ini juga bisa dibaca ketika badan sedang sakit ” urai Muflih.

Dia melanjutkan, Membaca sholawat menjadi bentuk kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW, juga menjadi harapan dan doa umat Islam agar kelak mendapat syafaatnya.

” amalan ini diyakini sebagai doa agar diberi kesehatan dan dijauhkan dari berbagai penyakit seperti virus corona yang sedang menjangkit ini serta penyakit lahir dan bathin,” Ujarnya usai memimpin shalawat dirumahnya, Ahad ( 29 maret 2020 )

Ia menjelaskan, Ada Beberapa fadhilah shalawat ini ialah dapat mengobati atau memberikan kesehatan terhadap tubuh dari bermacam-macam penyakit.
Menjadikan beban hati, beban pikiran semakin ringan, menyembuhkan dan mengobati dari sifat tercela dan kegundahan atau rasa was-was serta memberikan cahaya dan sinar bagi mata hati. perbanyaklah membaca sholawat ini sebagai wirid setiap setelah shalat fardhu.

Insya Allah atas izin Allah SWT semua permasalahan akan segera terselesikan dan dilapangkan hatinya serta akan terhindar dari segala macam penyakit.

“Barangsiapa yang senantiasa selalu membaca Sholawat Syifa Tibbil Qulub setiap malam sebanyak 7 kali atau 21 hingga 41 kali bahkan mencapai 313 Insya Allah diberi terang hatinya serta diberi kesehatan lahir dan bathin” tutup sekretaris MUI Sulbar ini dengan penuh asa.

Hal sama disampaikan oleh kasubag umum dan humas kanwil kemenag sulbar H. M. Sahlan, ” Pak kakanwil menyampaikan kepada semua jajarannya baik di kanwil maupun di daerah semua tingkatan satker untuk melakukan doa, dzikir dan shalawat ini setiap usai shalat ataupun kapan dan dimana saja bila ada waktu, beliau juga menyampaikan kepada para pembimas ( kristen, katolik, hindu dan budha untuk melakukan hal yang sama sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing. ” kata sahlan yang merupakan wakil sekretaris MUI Sulbar.

Apa yang menjadi harapan kakanwil kepada semua jajarannya terkait pemutusan penyebaran corona covid-19 ini dengan banyak membaca shalawat Thibbil qulub ini, semoga mendatangkan keberkahan dan kita semua terhindar dari wabah ini bahkan kita berharap dapat berjumpa dengan bulan ramadhan serta dapat kembali beraktivitas di kantor, inilah terjemahan shalawat yang dipanjatkan, “Ya Allah limpahkan rahmat kepada junjungan kami nabi Muhammad Saw, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.”

Ia menambahkan, bershalawat kepada Rasulullah memiliki banyak sekali khasiat yang tidak terhitung oleh akal manusia dan salah satu nikmat serta ganjaran terbesar shalawat adalah Allah SWT membalasnya dengan 10 kali shalawat yang berupa rahmat yang langsung mendatangi kita.
Oleh karena itu perbanyaklah shalawat dalam semua aktifitas kita sehari-hari. Agar semua yang lakukan selalu dirahmati Allah SWT dan senantiasa menjadi berkah, sebagaimana harapan kakanwil kepada kita ASN Kemenag sulbar. ”
terang kasubag umum dan humas ini, setelah selesai melakukan doa, dzikir dan shalawat di rumahnya. ( Arm/fdl /Aln ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *