CEREMONY
Beranda » Massifkan Program Eko-Teologi: Kemenag Sulbar Lakukan Gerakan Tanam Pohon dari Kantor hingga Masyarakat

Massifkan Program Eko-Teologi: Kemenag Sulbar Lakukan Gerakan Tanam Pohon dari Kantor hingga Masyarakat

Taman Area Penanaman Tanaman sayur di Kantor Kanwil Kemenag Sulbar(foto;Banniq.id)

BANNIQ.ID, Mamuju — Pendekatan keagamaan dalam menjaga kelestarian alam terus digencarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Program yang dikenal dengan eko-teologi ini kini diimplementasikan hingga ke tingkat Kantor Wilayah di seluruh provinsi, termasuk di Kanwil Kemenag Sulawesi Barat.

Sebagai bentuk nyata dari gerakan tersebut, Kanwil Kemenag Sulbar melakukan penanaman berbagai jenis tumbuhan di area perkantoran. Langkah ini menjadi simbol sekaligus aksi konkret bahwa ajaran agama tidak hanya berbicara soal ibadah ritual, tetapi juga tanggung jawab moral manusia dalam merawat alam ciptaan Tuhan.

Komitmen Bupati H. Samsul Mahmud Terhadap Layanan Kesehatan Berbuah Manis, Polman Raih UHC Award 2026

Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Dr. Adnan Nota, menjelaskan bahwa program eko-teologi merupakan arahan langsung dari Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, yang saat ini tengah gencar menyerukan pentingnya menjaga lingkungan hidup melalui pendekatan teologis.

“Bapak Menteri Agama terus menekankan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah. Eko-teologi mengajarkan bagaimana nilai-nilai keagamaan bisa menjadi dasar dalam memelihara lingkungan,” ujar Adnan Nota belum lama ini.

RAT Koperasi Siamasei,Wakapolda Sulbar Dorong Sinergi dan Modernisasi Koperasi

Menurutnya, komitmen Kemenag terhadap isu lingkungan bukan sekadar wacana. Bahkan, baru-baru ini Menteri Agama Nasaruddin Umar tampil sebagai pembicara dalam forum internasional di Mesir, membahas konsep eko-teologi dan peran agama dalam menghadapi krisis lingkungan global.

Menindaklanjuti semangat tersebut, Kanwil Kemenag Sulbar mulai melakukan penanaman tanaman produktif. Meski saat ini sebagian masih berupa tanaman jangka pendek seperti terong, namun ke depan fokus juga diarahkan pada tanaman jangka panjang yang memiliki manfaat ekologis dan ekonomis.

Jaga Keseimbagan Alam, Kapolda Sulbar Tanam Manggis di Mapolres Mamasa

“Kami juga sudah menanam tanaman jangka panjang seperti mangga, matoa, dan sukun. Ini adalah bentuk komitmen berkelanjutan, bukan hanya simbolis,” lanjut Adnan.

Ia berharap gerakan ini tidak berhenti di lingkungan kantor saja, tetapi dapat menginspirasi seluruh satuan kerja Kemenag, rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, hingga masyarakat luas untuk ikut ambil bagian dalam menjaga kelestarian alam.

Melalui eko-teologi, Kementerian Agama ingin menegaskan bahwa krisis lingkungan adalah persoalan bersama, dan agama memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis umat demi keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang./***

× Advertisement
× Advertisement