Mengendus Gerak Literasi ke Paminggalan

Hits: 70

Owner Rumpita, Muhammad Munir, Akademisi Unsulbar,Thamrin dan Kordinator PKH Sulbar, Bustan Basir Maras(photo:repro)

BANNIQ.Id.MAJENE. Gerakan penyadaran masyarakat akan pentingnya membaca buku sebagai jendela informasi dan pengetahuan, yang telah digagas dan diartikulasikan dalam berbagai kegiatan oleh penggiat literasi di Sulbar, terus bergerak yang tidak hanya dilakukan di perkotaan tetapi merambah hingga ke pelosok pegunungan.

Sebagaimana halnya kegiatan Our Trip yang digagas oleh Tim Literasi Mandar bekerjasama Polres Majene dan Korwil PKH Sulbar yang berlokasi di Paminggalan sebuah desa terpencil di Kecamatan Sendana, Majene, Sabtu(9/3/2019).

Penanggung jawab Our Trip To Paminggalan, Tamrin,S.Pd;M.Pd. kepada laman ini, via chat WA ,Senin(11/3) menjelaskan, ide awal dari pelaksanaan kegiatan tersebut, komunitas Literasi Mandar bersama KPU Provinsi, Polres Majene dan PKH sulbar ingin mendonasikan buku dan melakukan kegiatan literasi.

Dari itu kata dia, kegiatan tersebut didesain secara bersama-sama para penggiat literasi, untuk menumbuhkan kebersamaan antar komunitas, dan langsung melakukan observasi kondisi masyarakat di pedalaman.

Untuk donasi buku dan beberapa barang tersebut, sambung akademisi Unsulbar ini, didapatkan dari relawan non partisan dan komunitas literasi dari Makassar dan Sulbar.

“Donasi kita dapat dari relawan dan pihak terkait yang non partai buku dari komunitas literasi dari Makassar dan Sulbar, karpet dan bantuan karpet masjid dari Polres Majene, babtuan sosial dari PKH dan masyarakat yg peduli , Alkes dari Asosiasi Apoteker Majene, Dokter amjad, relawan KSR Sendana Puskesmas Sendana I, Bidang PAUD dan PNF disdikpora majene , Kades Paminggalan, Dandim Majene,” Bebernya.

Sebelum kegiatan itu dilaksanakan, Tim melakukan pemetaan di beberapa wilayah yang jauh akses pendidikan di daerah pegunungan yang minim akses moda transportasi yang memadai.

” Kita melakukan pemetaan wilayah untuk kegiatan donasi tersebut kita hanya menggunakan Mobil hardtop, Motor trail bahkan kuda, karena minimnya akses moda transportasi ke wilayah tersebut, setelah Paminggalan kegiatan ini akan berlanjut trip II Ulumanda, Coci dan Betteng pamboang,” Pungkas pemilik Rumah baca dan Museum Naskah I Manggewilu ini.|smd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *