Tak Segera Selesaikan Masalah Abrasi, Warga Bala-balakang Ancam Gabung ke Kaltim

Abrasi di pulau Bala-balakang yang sudah mengancam sampai ke pemukiman penduduk(photo:Repro)

BANNIQ.Id.Mamuju. Ancaman penggerusan daratan di wilayah pantai oleh Gelombang Air laut(Abrasi) di Kepulauan Bala-balakang sudah pada tingkat yang serius, pasalnya abrasi tersebut sudah menggerus wilayah pemukiman masyarakat.

Keluh tentang ancaman abrasi tersebut, disampaikan warga Bala-balakang yang juga mantan Kades di wilayah tersebut, Bahtiar Salam.

Bahtiar, melalui status dan photo kondisi Bala-balakang terkini tersebut yang diunggah melalui akun FB miliknya,Sabtu,11 Januari 2020, menghimbau kepada semua pihak agar segera menyelesaikan masalah Abrasi di Bala-balakang.

” Akan tinggal nama kalau kita tak serius urusi bala- balakang , kalau tak mau urus, memang Sepertinya sudah saatnya kita jejak pendapat dengan masyarakat yang bermukim disana, apakah ke kaltim atau sulbar? Tak banyak waktu untuk memikirkan Bala-balakang, saatnya kita bertindak secara nyata,” Ujar Bahtiar.

Cuitan Bahtiar, direspon para neterr, sebahagian netter menyatakan selaras dengan ungkapan bahtiar, agar Abrasi di Pulau Bala-balakang segera diatasi.

” harga mati saudara, Kami akan bekerja total untuk bala-balakang secara keseluruhan mari bersinergi 2020 , ,kalaupun tidak menuai hasil yang maksimal maka kami siap di barisan menentukan langkah yang lebih baik,” Seru pemilik akun, Sugianto Anto.

,” Betul sekali Bahtiar Salam kami perlu pembuktian kami tidak mau lagi dijanji palsu, kami sudah kenyang dengan janji untuk abrasi sampai sekarang belum ada… apakah kita harus menangis darah dulu di pulau bala balakang baru di perhatikan…?,” Sahut Netter,Hendri Tahir.

Respon lain diberikan oleh Pengguna akun FB Adnan Syahrir, kata dia, Politisi dan pemerintah kabupaten Mamuju bersama pemerintah Provinsi Sulawesi Barat jangan Mempertahan Ego Etnis, Bahasa dan geografis lalu mengorbankan hak rakyat dengan Janji manis.

” Untuk Politisi, Apa susahnya membuat keputusan tanpa politisasi, (diperhatiakan atau dilepaskan) mereka punyak hak yang sama dengan wilayah yang berdampak Abrasi di Negara ini. Mereka hanya minta Tembok Penahan Obak. Jika APBD Mamuju dan Sulbar tidak mampu berbesarhatilah untuk menyerahkan wilayah tersebut ke Kaltim,” Tutup Adnan.|asdar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *