Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana DAK SMA Tahun 2020,Resmi Ditahan

Hits: 444

Aspidsus Kejati Sulbar,Feri Mupahir,SH;MH bersama Jaksa Penyidik Heru Wijatmoko,SH;MH saat memberikan keterangan Pers tentang penahanan tersangka BE dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana DAK TA 2020(photo:banniq)

BANNIQ.Id.Sulbar.Kelanjutan proses Penanganan Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan/Rehab Gedung SMA yang bersumber dari anggaran DAK tahun 2020, dimana sebelumnya penyidik Kejati Sulbar telah menetapkan tiga Tersangka terhadap kasus ini. Dan salah satu tersangka yakni BE hari ini, Rabu 10 Maret 2021 telah resmi ditahan oleh Tim Penyidik Kejati Sulbar untuk masa waktu 20 hari ke depan.

” Hari ini kami melakukan penahanan terhadap tersangka BE pada perkara Pemotongan anggaran Pembangunan/Rehab Gedung SMU dari DAK tahun anggaran 2020 Berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar, Dengan Nomor : PRINT-156/p-6/Fd.2/03/2021 Tertanggal 10 Maret 2021,” Terang Aspidsus Kejati Sulbar Mupahir,SH;MH didampingi Jaksa Penyidik Heru Wijatmoko, SH;MH usai melakukan pemeriksaan lanjutan kepada BE di Gedung Kejati Sulbar.

Terkait peran BE pada perkara pengelolaan Dana DAK SMU pada tahun Anggaran 2020 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar, sambung Feri, BE bertindak sebagai Wakil Penanggung Jawab kegiatan Pembangunan/Rehab gedung SMU yang bersumber dari dana DAK tahun anggaran 2020.

Untuk dua tersangka lainnya, sebut Feri juga akan dilakukan penahanan, namun belum bisa dilakukan secara bersamaan hari ini, karena berkas perkara dua tersangka tersebut belum lengkap, dan nantinya jika berkas perkaranya juga sudah lengkap pasti akan dilakukan penahanan.

” Dua tersangka lainnya yang belum ditahan itu terkait dengan strategi penyidikan yang kami lakukan , yang jelas belum bisa dilakukan secara bersamaan hari ini, berkas perkara tersangka BE sudah lengkap makanya dilakukan penahanan, dua lainnya pasti kita tahan jika berkas perkaranya juga sudah lengkap,” Timpalnya.

Penahanan tersangka BE sendiri sambung Feri dilakukan di Polres Polman mengingat kondisi yang tidak mungkinkan ditahan di Mamuju.

” Penahanannya kita titip di Polres Polman selama 20 hari ke depan, mengingat tidak memungkinkan untuk dilakukan penahanan di Mamuju karena banyak gedung yang rusak karena gempa, ” lugasnya.

Masih Feri, dalam perkara ini pula sudah ada pengembalian Kerugian negara sebesar Rp.1.425.330.50 berasal dari anggaran yang dipotong 3% dari nilai anggaran proyek DAK SMA tahun 2020 untuk setiap Sekolah.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *