ADVERTORIAL

Aliansi Masyarakat Sulbar Kembali Gelar Unras Tuntut Pencabutan Izin Tambang

BANNIQ.Id.Sulbar. – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar) dan mahasiswa kembali menggelar aksi demonstrasi “Jilid 3” di depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat pada hari Rabu, 21 Mei 2025.

Kunker Spesifik ke Pasuruan Bersama Komisi IV, Agus Ambo Djiwa : Swasembada Susu Tak Cukup Tambah Sapi, Pakan dan Harga Ternak Harus Diperkuat

Aksi ini menuntut pemerintah provinsi untuk segera mencabut izin tambang dan meminta hasil evaluasi yang telah disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Barat.
Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WITA, diwarnai dengan orasi-orasi yang menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan yang dianggap merugikan masyarakat dan lingkungan.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Sulkarnain, mengungkapkan meskipun ada upaya pihak tertentu agar tidak turun melalukan aksi, namun massa tidak bersemangat tetap melaksanakan aksi.

Akhiri Etafe di Polewali, Bupati Polman Tutup Rangkaian Sandeq Silumba 2026

Ditambahkan, salah satu perwakilan massa, tuntutan utama kali ini tidak hanya berfokus pada pencabutan izin tambang, tetapi juga mendesak pemerintah untuk segera menyerahkan hasil evaluasi yang sebelumnya telah dijanjikan oleh Gubernur Sulawesi Barat.

“Kami ingin tahu bagaimana hasil evaluasi yang disampaikan oleh gubernur. Jangan sampai ini hanya janji kosong,” tegasnya.

Mandarpreneur Fair 2026 Dorong UMKM Sulbar Naik Kelas dari Penguatan Kapasitas Hingga Akses Pasar dan Pembiayaan

Semangat para demonstran tidak surut meskipun hujan deras sempat mengguyur lokasi aksi. Mereka tetap bertahan, menunjukkan kegigihan dalam menyuarakan aspirasi mereka.

Pasukan Polwan Polda Sulbar yang diturunkan untuk mengawal Demonstran(foto:ham)

Setelah hujan reda, perwakilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar memanggil 10 orang perwakilan masyarakat untuk berdialog.

Dialog ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat, mengingat Gubernur Sulawesi Barat tidak hadir dalam kesempatan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan pada pukul 17.00 WITA, hasil dari dialog antara perwakilan masyarakat dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat belum diketahui. Massa aksi masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai poin-poin kesepakatan atau tanggapan resmi dari pemerintah provinsi.

pewarta:irham,editor:asdar

× Advertisement
× Advertisement