BANNIQ.Id. Mamasa. Asa panjang masyarakat akhirnya mulai menemukan wujud nyata. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondo Sapata Mamasa, yang sebelumnya dinilai sudah tidak layak, kini resmi memasuki tahap pembangunan kembali setelah sempat dijanjikan oleh Presiden ke-7 RI pada kunjungannya tahun 2023 lalu.
Komitmen itu kini terealisasi melalui dukungan Kementerian Kesehatan RI yang mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fasilitas kesehatan vital tersebut. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada Sabtu, 3 Mei 2026, oleh Bupati Mamasa, Wellem Sambolangi, didampingi Wakil Bupati H. Sudirman serta jajaran pimpinan BUMN sebagai pelaksana proyek.
Dalam sambutannya, Wellem Sambolangi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan dasar masyarakat Mamasa, khususnya di sektor kesehatan.
“Terima kasih dan apresiasi kami kepada pemerintah pusat melalui Kemenkes atas terealisasinya pembangunan RS Kondo Sapata. Rumah sakit ini sangat penting sebagai layanan kesehatan yang menjadi kebutuhan vital masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar dan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai kontrak, yakni pada Desember 2026.
“Harapan kami, pembangunan ini berjalan tanpa hambatan dan selesai sebelum masa kontrak berakhir,” tambahnya.
Lebih jauh, Wellem menegaskan, kehadiran kembali RSUD Kondo Sapata nantinya bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol peningkatan kualitas layanan kesehatan di Mamasa.
Dengan fasilitas modern dan standar pelayanan yang lebih baik, rumah sakit ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan (check-up), rawat inap, hingga layanan rujukan.
“Jika sudah selesai dengan dujungan fasilitas yang memadai, kami berharap RS ini segera berfungsi optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pembangunan kembali RSUD Kondo Sapata menjadi titik terang bagi warga Mamasa—sebuah langkah nyata menuju akses kesehatan yang lebih layak, dekat, dan manusiawi.








