ADVERTORIAL

Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Imipas Sulbar Sebut Belum Ada Penemuan Narkoba di Lapas dan Rutan

BANNIQ.Id,Mamuju, Sulawesi Barat – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Imigrasi dan Pemasyarakatan(Imipas) Sulawesi Barat, Ramdani Boy, menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk memberantas peredaran narkoba dan penggunaan telepon seluler di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di wilayah Sulawesi Barat.

Kunker Spesifik ke Pasuruan Bersama Komisi IV, Agus Ambo Djiwa : Swasembada Susu Tak Cukup Tambah Sapi, Pakan dan Harga Ternak Harus Diperkuat

Hal ini disampaikannya menyoroti delapan perintah Presiden Prabowo Subianto dan akselerasi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Tentunya tantangan ke depan dengan delapan perintah Presiden Prabowo dan akselerasi Menteri Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, salah satunya adalah memberantas narkoba dan HP di dalam lapas dan rutan. Jadi, itu harga mati,” ujar Ramdani Boy.

Akhiri Etafe di Polewali, Bupati Polman Tutup Rangkaian Sandeq Silumba 2026

Ia menambahkan bahwa seluruh jajaran telah berikrar untuk mewujudkan Lapas dan Rutan yang bersih dari narkoba dan ponsel. Komitmen ini juga ditekankan dalam momen serah terima jabatan kepala Rutan yang baru, di mana tantangan dan perintah untuk membersihkan narkoba serta ponsel, sekaligus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, tetap menjadi prioritas utama.

Ramdani Boy juga mengungkapkan rasa syukurnya bahwa hingga saat ini, belum ditemukan adanya narkoba di dalam Lapas dan Rutan di Sulawesi Barat.

Mandarpreneur Fair 2026 Dorong UMKM Sulbar Naik Kelas dari Penguatan Kapasitas Hingga Akses Pasar dan Pembiayaan

“Soal isu ada narkoba di dalam lapas dan rutan, alhamdulillah sampai hari ini tidak ada ditemukan narkoba di dalam lapas dan rutan di Sulawesi Barat ini,” tegasnya.

Mengenai adanya berita daring terkait pengendalian dari dalam Lapas atau Rutan yang sempat beredar, Ramdani Boy menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan pengembangan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Barat.

“Kalau kemarin ada berita online ada pengendalian, itu adalah pengembangan dari BNNP Sulawesi Barat. Jenderal Rudi sudah koordinasi dengan kami di kantor wilayah untuk melakukan pengembangan karena ada indikasi ada komunikasi dengan warga binaan di Lapas Polewali dan Rutan Pasangkayu. Sementara ini masih dalam proses penyidikan oleh BNNP,” pungkasnya.

pewarta:irham,editor:asdar

× Advertisement
× Advertisement