BANNIQ.Id. Polewali. Menghadapi puncak musim kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud mengeluarkan Surat Imbauan Peringatan Dini Kebakaran Pemukiman dan Karhutla Nomor B-125/300.2.3/BPBD/VII/2026 tertanggal 28 Juli 2026. Imbauan yang mengacu pada prediksi BMKG terkait fenomena El Nino dan rendahnya curah hujan selama Juli-September 2026 itu memerintahkan seluruh camat, lurah, dan kepala desa meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah tanpa pengawasan, memeriksa instalasi listrik, mematikan kompor dan peralatan elektronik saat meninggalkan rumah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Instruksi tersebut langsung direspons jajaran UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Polman dengan menyiagakan personel dan armada selama 24 jam. Di bawah komando Kepala UPTD Damkar Polman Imran, S.IP., M.M., petugas bergerak cepat menangani berbagai kejadian, mulai dari kebakaran lahan, penyelamatan satwa liar, hingga operasi kemanusiaan membantu pengairan sawah warga yang terdampak kekeringan.
Salah satu kejadian terjadi pada 31 Juli 2026 di belakang Kantor Dinas PUPR Polman, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Madatte. Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah yang ditinggalkan hingga api merambat ke rumput kering, kayu, dan ban bekas.
Regu A Pos Induk Polewali tiba dalam waktu lima menit setelah laporan diterima dan berhasil memadamkan api tanpa menimbulkan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Sehari kemudian, petugas kembali memadamkan kebakaran lahan seluas sekitar 200 meter persegi di dekat Pesantren Jareqjeq, Desa Bala, Kecamatan Balanipa, sehingga kobaran api tidak sempat mengancam kompleks pesantren.
Selain penanganan kebakaran, Damkar Polman juga mengevakuasi seekor ular sanca kembang yang muncul di Alun-alun Polewali saat masyarakat berolahraga pagi. Di sisi lain, operasi kemanusiaan dilakukan dengan menyuplai air ke sawah-sawah yang mengalami kekeringan di Desa Rappang Barat, Kecamatan Tapango, selama tiga hari berturut-turut untuk membantu petani mengurangi risiko gagal panen.
Kepala UPTD Damkar Polman Imran menegaskan seluruh personel tetap disiagakan penuh selama musim kemarau. Ia mengajak masyarakat mematuhi seluruh imbauan Bupati dengan tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan karena angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Bila terjadi kebakaran atau membutuhkan bantuan evakuasi satwa, segera hubungi posko Damkar terdekat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” tegasnya./***










