Bidang P3T Dinstran Ajukan Konsep Segi Tiga Emas Strategi Pengembangan Kawasan Transmigrasi Sulbar

Hits: 79

Kabid P3T Dinstrans Sulbar yang juga peserta PIM II LAN RI Jakarta,.Zaehu(pet biru) saat berkunjung ke SP Ratte Kabupaten Polman(photo:Ist)

BANNIQ.Id.Sulbar. Program Transmigrasi sebagai upaya untuk pemerataan penduduk serta pengembangan kawasan daerah yang menjadi tujuan penempatan transmigrasi sebagai pemukiman sekaligus sebagai pusat aktivitas para transmigran untuk menopang perekonomian mereka, baik sebagai petani ataupun nelayan sesuai karakteristik daerah yang menjadi lokasi transmigrasi.

Untuk Provinsi Sulbar, terdapat Satuan Pemukiman (SP) transmigrasi yang tersebar di daerah Kabupaten, antara lain Piriang Tapiko,Ratte di Kabupaten Polman, Kolehalang,Tamma’jannang di Kabupaten Majene, Salundeang dan Salu Lisu di Mateng,Tanjung Cina di Pasangkayu dan SP Rano di Mamasa.

Untuk lebih meningkatkan pembangunan kawasan transmigrasi di masa yang akan datang di Provinsi Sulbar, dibutuhkan sentuhan konsep program yang lebih rill untuk membuka akses yang bukan saja akses infra struktur, tetapi kesehatan dan pendidikan.

” Untuk Pembangunan bidang transmigrasi yang lebih dinamis di masa yang akan datang, kami mendesain Konsep Program Segitiga emas strategi pengembangan kawasan transmigrasi di Provinsi Sulawesi Barat,” terang Kabid Pembangunan, Pemukiman dan Penempatan Transmigrasi (P3T) Dinstrans Sulbar zaehu, yang juga sebagai peserta PIM Dua LAN Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Desain tersebut kata Zaehu, selain sebagai judul materi pada kegiatan Implementasi kegiatan proyek perubahan latpim II yang diikutinya, juga akan menjadi konsep pengembangan kawasan transmigrasi secara berkesinambungan, karena berbagai aspek akan ikut berkembang bukan hanya peningkatan infra struktur.

” Segitiga emas pengembangan kawasan transmigrasi ini, diminta oleh warga transmigrasi untuk cepat diimplementasikan, karena akan berdampak terhadap peningkatan akses infra struktur, kesehatan, pendidikan dan juga dipastikan akan lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” lugas Pamong yang telah matang pengalaman birokrasi ini.

Kawasan segit tiga emas atau Golden Triangle yang dimaksud sebut Zaehu meliputi beberapa SP yakni Piriang tapiko, Ratte(Polman) Ulumanda, Kolehalang Tamma’jannang( Majene) dan S Rano untuk Kabupaten Mamasa.

Ia juga berkeyakinan bahwa pengembangan kawasan tersebut akan berkembang bila sudah diterapkan karena lokasi yang strategis dan jarak tempuh yang dekat diantara titik wilayah rencana pengembangan.

” Kawasan ini juga nantinya akan menjadi Jalur alternatif strategis, karena jarak tempuh lebih dekat tidak memakan waktu lama untuk menghubungkan tiga kabupaten, efeknya juga akan membuka keterisolasian, juga dapat meningkatkan roda perekenomian warga transmigra dan masyarakat,” Simpulnya.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *