TOKOH

Di Balik Ruang ICU, Do’a Para Tokoh Terbesit untuk Kesembuhan Naharuddin Pejuang Pembentukan Provinsi Sulbar


BANNIQ.Id. Makassar. Kepedulian dan rasa hormat kepada para pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat kembali terlihat. Drs. Naharuddin, M.Si., salah satu eksponen sekaligus mantan Sekretaris Jenderal Komite Aksi Pembentukan Provinsi (KAPP) Sulbar, yang kini menjalani perawatan intensif di Ruang ICU RS Tajuddin, Makassar, mendapat dukungan moril dan doa dari sejumlah tokoh Sulawesi Barat.

Naharuddin masih menjalani perawatan akibat penyakit yang dideritanya setelah beberapa hari sebelumnya sempat tidak sadarkan diri. Kondisinya mengundang keprihatinan banyak pihak yang mengenal kiprah dan pengabdiannya dalam perjuangan melahirkan Provinsi Sulawesi Barat sebagai provinsi ke-33 di Indonesia.

Putra Mandar Terpilih Sebagai Rektor Baru IAIN Pontianak, Ini Profil Prof.Dr.Wajidi Sayadi

Sejumlah tokoh yang datang membesuk di antaranya mantan Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. H. Basri Hasanuddin bersama Ny. Andi Suriyani Basri, Mantan Gubernur Sulbar,Alibaal Masdar, Wakil Ketua DPRD Sulbar,Abd.Halim Ketua KAPP Sulbar Dr. Rakhmat Hasanuddin, Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Dr. Junda Maulana, serta Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud.

Di sela kunjungannya pada Selasa (4/8/2026), H. Samsul Mahmud atau yang akrab disapa HSM menyampaikan doa dan harapannya agar Naharuddin segera pulih.

“Hari ini saya menyempatkan diri menjenguk salah satu tokoh pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan kepada beliau sehingga dapat segera berkumpul kembali bersama keluarga,” ujar HSM.

Menurutnya, Naharuddin merupakan sosok yang memiliki jasa besar dalam sejarah lahirnya Provinsi Sulawesi Barat. Dedikasi dan pengorbanannya menjadi bagian penting dari perjalanan panjang perjuangan masyarakat Sulbar yang patut dikenang dan dihormati.

“Beliau adalah salah satu pejuang yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan pengabdian untuk lahirnya Provinsi Sulawesi Barat. Jasa-jasa seperti inilah yang tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus,” ungkapnya.

HSM juga mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi kesembuhan Naharuddin.

“Mari kita bersama-sama mendoakan beliau. Semoga Allah SWT mengangkat segala penyakitnya dan membalas seluruh pengabdiannya dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin,” tutupnya.

Kehadiran para tokoh di sisi Naharuddin menjadi cerminan bahwa pengabdian seorang pejuang tidak boleh dilupakan.

Di tengah ruang perawatan, doa dan dukungan terus mengalir sebagai bentuk penghormatan atas jasa seorang tokoh yang ikut mengukir sejarah berdirinya Provinsi Sulawesi Barat./***

× Advertisement
× Advertisement