Jumat, Juli 12, 2024

Disperkim Bakal Kolaborasi TP PKK Sulbar untuk Rehab Rumah Korban Bencana

- Advertisement -

BANNIQ.Id.Mamuju–Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Syaharuddin, menerima kunjungan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulbar di Kantor Dinas Perkim Sulbar, Senin 15 Januari 2024.

Kunjungan tersebut merupakan koordinasi awal terkait kolaborasi yang akan dilakukan Dinas Perkim Sulbar dan TP-PKK Sulbar. Keduanya akan berkolaborasi pada kegiatan Penyediaan Prasarana Sarana Utilitas Umum (PSU) di Permukiman dan kegiatan Rehabilitasi Rumah Korban Bencana.

Hadir mendampingi Kepala Dinas Perkim Sulbar pada rapat koordinas tersebut, Kepala Bidang Perumahan Reski Ridwan, dan Muhammad Yusuf, sebagai penanggungjawab kegiatan Bidang Permukiman. Sedangkan, dari TP-PPK Sulbar diwakili Ny. Natsir dan dr. Indah.

Kepala Dinas Perkim Sulbar, Syaharuddin mengatakan, Dinas Perkim dan TP-PKK Sulbar akan bekerjasama dalam bentuk penyedian air bersih dan pembangunan bilik Mandi Cuci Kakus (MCK) di Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene, serta rehabilitasi rumah bagi korban bencana di Kabupaten Mamuju.

Dia juga mengatakan, selain bekerjasama dalam hal tersebut, TP-PKK juga akan mensosialisasikan pentingnya hidup sehat di lingkungan masyarakat.

“Kami dan TP-PKK akan menyediakan Prasarana Sarana Utilitas Umum di permukiman sekaligus akan mengedukasi masyarakat tentang betapa pentingnya hidup sehat, karena percuma kami menyediakan fasilitas – fasilitas tersebut jika nantinya tidak dipelihara dengan baik” ujar Syaharuddin, saat ditemui setelah rapat.

“Semoga rencana kami ini berjalan lancar, mudah – mudahan Maret yang akan datang sudah bisa dilaksanakan,” sambungnya.

Pada rapat tersebut, TP-PKK menyampaikan, pihaknya juga akan menyalurkan sedikit bantuan pada kegiatan itu yang kiranya dapat membantu masyarakat dan merasakan manfaatnya. (rls)

Baca Juga >>   Kepala BKD Sulbar: Penggantian Plt Kaban Kesbangpol Sudah Sesuai Aturan
BERITA TERKAIT

Berita Populer

Komentar Pembaca

error: