ADVERTORIAL

Inflasi Sulbar Juli 2026 Bertahan di Level 2 Persen, Mamuju Jadi Penyumbang Kenaikan Harga Tertinggi


BANNIQ.Id. Mamuju. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Sulawesi Barat pada Juli 2026 berada di angka 2,00 persen. Kabupaten Mamuju menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi, sementara Majene mencatat inflasi terendah.

Data tersebut disampaikan Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, dalam rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Sulbar, Senin (3/8/2026).

Kunker Spesifik ke Pasuruan Bersama Komisi IV, Agus Ambo Djiwa : Swasembada Susu Tak Cukup Tambah Sapi, Pakan dan Harga Ternak Harus Diperkuat

Menurut Suri, inflasi Sulbar pada Juli 2026 tercatat dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,80. Mamuju mengalami inflasi sebesar 3,20 persen dengan IHK 112,24, sedangkan Majene sebesar 1,24 persen dengan IHK 111,52.

“Pada Juli 2026, Sulbar mengalami inflasi sebesar 2,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 111,80,” kata Suri.

Akhiri Etafe di Polewali, Bupati Polman Tutup Rangkaian Sandeq Silumba 2026

Kenaikan harga dipicu meningkatnya indeks pada seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,05 persen, disusul kesehatan 3,75 persen, transportasi 3,66 persen, serta perlengkapan rumah tangga 2,80 persen.
Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi penyumbang utama konsumsi masyarakat—mengalami kenaikan sebesar 1,64 persen.

Secara bulanan, inflasi Sulbar pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,23 persen. Adapun inflasi sejak awal tahun (year to date/y-to-d) hingga Juli 2026 mencapai 2,17 persen.

Mandarpreneur Fair 2026 Dorong UMKM Sulbar Naik Kelas dari Penguatan Kapasitas Hingga Akses Pasar dan Pembiayaan

Angka tersebut menunjukkan laju inflasi Sulawesi Barat masih berada pada level yang terkendali, meski tekanan harga mulai terlihat pada sektor jasa, kesehatan, dan transportasi./***

× Advertisement
× Advertisement