Jumat, Juli 12, 2024

Kualitas Bangunan Radio Terapi RSUD Sulbar Diragukan, LSM Amperak akan Minta Pembukaan Dokumen Kontrak

- Advertisement -

BANNIQ. Id. Sulbar. Rubuhnya Plafon Gedung Radio Terapi RSUD Sulbar dengan anggaran pembanguan yang cukup besar yakni Rp.19.4 M beberapa hari lalu, mendapatkan sorotan dari LSM Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan (Amperak) Sulbar. Ketua LSM Amperak Aswan Hariyanto, SE menilai dengan rubuhnya bagian gedung yankni Plafon Gedung Radio terapi RSUD sebelum difungksikan, mengindasikan adanya kesalahan kanstruksi, apakah dari material ataukah kulaitas materailnya.

” Melihat kondisi rubuhnya plafon gedung Radio Terapi RSUD ini kami menduga ada kesalahan teknis konstruksi dari pembangunan gedung tersebut, mungkin dari materialnya atau memang kualitas bangunan yang memang tak layak, ” Jelas Aswan, Minggu(7/7/24).

Guna memastikan hal tersebut kata Aswan Pihaknya akan menyurati Direktur RSUD untuk Pembukaaan kontrak, karena di kontrak itulah tertuang semua yang menjadi item pekerjaaan suatau proyek.

” Kami akan bersurat ke Dirut RSUD meminta pembukaaan kontrak, hal ini penting untuk memastikan dugaan kualitas bangunan yang tak layak, karena di kontrak semua tertuang item pekerjaaan, menyangkut materi, konstruksinya, termasuk apa betul masih dalam masa pemeliharaan oleh rekanan,” imbuhnya.

Setelah Kemudian dokumen kontrak tersebut diberikan untuk dikaji, nantinya akan menjadi bahan untuk tindak lanjut laporan ke Aparat Penegak Hukum.

” Semoga dokumen tersebut segera dibagikan ke Kami karena ini kan tidak masuk Informasi yang dikecualikan, dari hasil kajian nanti jika memang terdapat kdetidak sesuaian dengan dengan konstruksi fisik bangunan setelah jadi, itu akan jadi bahan kami untuk membuat laporan ke APH,” pungkas pegiat anti Korupsi yang telah membantu mengungkap beberapa kasus Korupsi di Sulbar ini.I***

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Berita Populer

Komentar Pembaca

error: