Mendekap Ruh Laut dan Sandeq dalam Lagu “Lautmu Hidupku”

Pencipta Lagu “Lautmu Hidupku”(Theme Song ) Sandeq Race 2019,Ishak Jenggo(photo:bnq)

BANNIQ.Id.Sulbar.Feature. Theme Song Sandeq Race tahun 2019″ Lautmu Hidupku” yang diciptakan oleh Muh.Ishak atau lebih karib disapa Ishak Jenggo, seniman kelahiran Tinambung, tanah para Mpuh seni dan budaya mandar, dan dinyanyikan oleh Ardila Abdullah, menjadi pemikat tersendiri bagi penikmat sandeq race, yang videonya dapat ditonton lewat kanal Youtube.

Lagu ” Lautmu Hidupku, bagi penciptanya, terilhalmi dari oleh asa untuk membangun sinergitas budaya di hulu dan muara, yang merupakan penyanggah terbesar dari terciptanya sandeq.

“Ide awalnya karena kita ingin tetap menguatkan sinerjitas antara kebudayaan di Hulu dan kebudayaan di muara, dimana keduanya menjadi penyangga terbesar dari artefak kebudayaan Sandeq ini ,” Ujar Ishak, di sela kegiatan penutupan Event Sandeq Race, sore tadi, Jum’at(16/7/2018/9), di area jalan arteri Mamuju.

Laut, tidak hanya dimaknai sebagai sebuah obyek kata Ishak, tapi lebih jauh dan lebih dalam makna yang tersirat darinya, tetapi mesti dipahami bahwa di laut itu ada peristiwa laku hidup di sana, dengan semua ekosistem yang ada di dalamnya yang menjadi penyangga terbesar kehidupan manusia di darat.

Lagu Lautmu Hidupku, yang coba mengeja denyut hidup kebaharian orang mandar, yang tak lepas dari kedekatan dengan sang pemilik kehidupan yang sejak awal menjadi pijakan dalam melakoni hidup, terutama aktivitas hidup di laut, yang jejaknya terdapat dalam mantra-mantra laut yang tersisipkan ke dalam syair lagu” Lautmu Hidupku.

” Keinginan kita dengan mantra-mantra itu dalam syair lagu Lautmu Hidupku,karena kita ingin dokumentasikan, ingin kita literasikan yang tidak saja tersimpan dalam sebuah ungkapan, dan pesannya kita ingin tersampaikan ke generasi muda,” bebernya.

Harapan besar lainnya, bahwa mengingat mandar berarti kita akan bicara laut dan bahari, sebut Seniman yang sangat matang dalam berkarya ini, harus menjadikan laut sebagai bahagian terbesar dari kehidupan.

“Harapan kita tentang laut ini, kita jadikan laut sebagai bahagian terbesar dalam kehidupan kita, tidak hanya sampai pada festival seperti Sandeq race, tapi lebih jauh mesti ada literasi tentang pentingnya peristiwa laut ini kepada generasi,” Harapanya.

Tentang edukasi bagi generasi ke depan tentang laut dengan kebudayaan bahari saat ini sebutnya, mesti ada luaran dari atau rekomendasi pasca festival ini, untuk membangun semacam laboratorium untuk menggali pengetahuan tentang artefak kebudayaan bahari mandar.

” Dari festival ini, mesti ada luaran atau rekomendasi untuk pembangunan semacam laboratorium atau museum bahari, ataupun museum sandeq,ini sebagai bahagian untuk mengedukasi generasi ke depan tentang artefak kebudayaan bahari mandar,” Tutupnya.|smd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *