Pernyataan Oknum Staf Humas Pemkab Mateng Disoal

Hits: 124

Ketua Persatuan Wartawan Mateng (PWM),. Anwar(photo:Erick)

BANNIQ.Id.Mateng. Oknum staf Humas Pemkab Mamuju Tengah (Mateng) inisial Ysn disoal oleh Persatuan Wartawan Mateng (PWM) terkait pernyataan oknum ysn yang disampaikan ke Kapolres Mateng pada terkait wartawan abal-abal yang ada di Mateng.

Kronologis kejadian oknum ysn menyampaikan dengan berbisik ke Kapolres Mateng, dituturkan Mustamin,seorang wartawan di Mateng yang juga berada di tempat tersebut bersama Kapolres.

“Salah satu oknum humas yang memiliki nama akhiran (n) tadi bisik – bisik ke telinga Kapolres mateng, dan isi bisik-bisik yang sempat saya dengar juga membuat saya tersinggung sebagai wartawan.” Ujar Mustamin, Jum’at (13/12/2919) di salah satu Warkop di Topoyo.

Dari isi bisik-bisik itu kata Mustamin , dirinya mendengar ternyata selama ini oknum Humas {n) ini hanya satu dua aja yang dia anggap wartawan yang lainnya wartawan sembarangan/asal-asalan.

” Banyak katanya wartawan sembarangan/asal-asal di Mateng, hanya satu dua aja wartawan betulan, makanya katanya tidak diinfokan kalo ada kegiatan.” Ketus Mustamin.

Terkait motivsi oknum ysn menyampaikan hal tersebut ke Kapolres, Mustamin menyebut terkait dengan rencana Konfrensi Pers yang akan digelar di Kantor Bupati

“Hari ini kan Saya dengar tadi dikantor, Kapolres akan ada konfrensi yang akan dilaksanakan di Kantor Bupati.” Timpalnya.

Meskipun Mustamin tidak mengetahui hal apa yang akan dikonfrensi Perskan di Kantor Bupati.

“Saya juga belum tahu pastinya konfrensi apa karena tidak diundang juga, hanya dengar ada konfrensi nanti di aula Bupati.”Kata dia.

Lebih lanjut Mustamin menguraikan, sebetulnya ia ingin sampaikan langsung ke oknum ysn terkait apa yang disampaikan ke Kapolres Mateng, namun dirinya tidak enak karena ada Kapolres dan bejabat yang berada di situ.

Ketua Persatuan Wartawan Mateng,Anwar(photo:repro)

“Saya tidak ngomong karena ada kapolres dan pejabat di situ, Saya khawatir  berdebat dan kelahi mulut  depan banyak orang kan tidak enak.” terang Bustamin.

Lebih lanjut Mustamin menguraikan, dirinya akan mempertanyakan langsung ke oknum staf humas ysn tentang maksud ngomong seperti itu Ke Kapolres  tentang wartawan Sembarang jika ketemu.

Menanggapi hal ini,Ketua Persatuan Wartawan Mamuju Tengah (PWM) Anwar, menyampaikan, protes terhadap pernyataan oknum ysn.

” Saya sangat menyayangkan pernyataan dari oknum sala satu Humas Pemkab mateng karena dianggap dapat mencoreng nama baik wartawan”.Ujar Anwar

Anwar juga menyebut, ulah oknum ysn bukan baru kali ini membuat rekan rekan media yang ada di mamuju tengah geram. “sebelumnya sering teman teman media mendapat perlakuan yang sama, dan merasa di halang halangi dalam peliputan,” tutur Anwar

Seorang humas kata Anwar, seharusnya berlaku netral kepada teman teman media jangan pilih kasih, hanya wartawan tertentu aja yang  ingin dijadikan mitra.

Anwar menambahkan, humas adalah mitra para awak media jadi harus bekerja secara propesional sesuai dengan porsinya.

” Justru Humas ini perlu belajar lagi tentang kehumasan seperti apa,” Timpalnya.

Anwar juga sering menyampaikan tentang keberadaan oknum ysn apakah sebagai humas atau wartawan

” Tak jarang teman teman media menyampaikan dan bertanya tanya bahwa oknum humas tersebut bekerja di humas atau bekerja sebagai wartawan,” Timpalnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini viA Telfon, Senin(16/12/2019) Ysn menjelaskan bahwa saat itu ia bersam Kapolres meninjau persiapan peresmian Polres Mateng, Jum’at tanggal 13 Desember 2019.Dirinya menyampaikan ke Kapolres dengan berbisik, terkait rencana untuk menghadirkan wartawan di Polres.

” Saya berbisik ke Ke Kapolres bahwa saya tidak bisa menghadirkan wartawan,karena tidak semua wartawan saya tau siapa wartawannya apa medianya, jangan sampai ada media abal-abal yang hadir, diharap ada beritanya ternyata tidak ada itu saya bisiki Kapolres seperti itu,ada juga pak bupati, ada anggota polisi yang lain dan mantan Kapolsek Tobadak, saya tidak menyebut nama media dan wartawan, dan saat itu pak Mustamin juga ada, jarak saya bersama Kapolres dengan saudara Mustamin sekitar 2, 3 sampai 4 meter,makanya saya juga heran kenapa dia (Mustamin) bisa dengar nah saya hanya berbisik ke Kapolres,” Beber Yasin.

Dia juga menyesalkan sikap Mustamin yang mestinya kata ysn, menyampaikan ke dirinya tidak perlu perlu disebarkan ke luar.

” Saya sedikit menyesalkan sikap saudara Mustamin, semestinya dia sampaikan langsung ke saya, tidak usah disebarkan ke luar,” Kilahnya.

Kemudian terkait yang disebut-sebut akan adanya Konfrensi Pers, Saat itu lanjut ysn, Bupati perintahkan ke dia untuk memanggil saudara Fathur (salah satu wartawan harian di Mateng) untuk menemui di ruangannya, namun karena saat itu saudara Fathur tidak ada kendaraan untuk menuju ke kantor Bupati, kemudian sambung ysn saya kasitau Indra(salah satu wartawan online) di Mateng, untuk menjemput saudara Fathur untuk ke ruangan Bupati.

” Saya minta tolong ke saudara Indra menjemput saudara Fathur dengan memakai motor saya untuk sama-sama ke kantor Bupati, sesampai disana mereka berdua dipanggil pak bupati, ada juga saudara Mustamin di situ, kemudian terkait konfrensi pers saya kira bukan konfrensi pers karena sepengetahuan saya konfrensi pers itu paling tidak ada 5 orang wartawan, dan yang saya dengar pada waktu itu yang dibicarakan hanya pengrusakan baligho,” Tandasnya.

Ysn menambahkan, agar terjalinnya hubungan yang baik antara jurnalis yang bertugas di Mateng dengan pihak humas semestinya harus saling menghargai.

” Marilah kita saling menghargai, kami menghargai teman-teman wartawan demikian pula sebaliknya, itu harapan kami ,”Pungkasnya.|ErickSmd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *