ADVERTORIAL

Sosialisasi Pupuk Bersubsidi di Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

BANNIQ.Id. Pasangkayu. Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan Dapil Sulawesi Barat, Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa, M.P., membuka kegiatan Sosialisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 yang digelar di dua tempat Desa Maponu, Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Rabu (5/8/2026).

Kunker Spesifik ke Pasuruan Bersama Komisi IV, Agus Ambo Djiwa : Swasembada Susu Tak Cukup Tambah Sapi, Pakan dan Harga Ternak Harus Diperkuat

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu Fraksi PDI Perjuangan, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pasangkayu, Senior Manager PT Pupuk Indonesia Regional 4A Muh. Hidayat Syam, Manager Sulsel II dan Sulbar PT Pupuk Indonesia, Camat Sarjo, Kepala Desa Maponu, Kepala Desa Sarjo, Babinsa, para penyuluh pertanian, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Maponu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan Anggota DPR RI Agus Ambo Djiwa yang telah memilih desanya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi.

Akhiri Etafe di Polewali, Bupati Polman Tutup Rangkaian Sandeq Silumba 2026

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena sebagian besar masyarakat Desa Maponu dan Desa Sarjo berprofesi sebagai petani. Melalui sosialisasi ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi.

Sementara itu, Agus Ambo Djiwa menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran, merata, dan tidak disalahgunakan, sehingga dapat dirasakan oleh petani yang berhak.

Mandarpreneur Fair 2026 Dorong UMKM Sulbar Naik Kelas dari Penguatan Kapasitas Hingga Akses Pasar dan Pembiayaan

Ia menjelaskan bahwa pemerintah bersama DPR RI terus memperjuangkan agar petani yang mengelola lahan di bawah lima hektare dapat memperoleh pupuk bersubsidi, termasuk petani kelapa sawit dan kelapa dalam skala kecil.

“Kami terus memperjuangkan di tingkat pusat agar petani kecil, termasuk petani sawit dan kelapa dalam, dapat memperoleh pupuk bersubsidi sehingga pemerataan bantuan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain membahas pupuk bersubsidi, Agus Ambo Djiwa juga menyampaikan sejumlah program aspirasi yang terus diperjuangkan, di antaranya bantuan bibit kakao, bibit jagung, bibit kelapa dalam, bibit durian, Program Indonesia Pintar (PIP) bagi sekolah negeri dan swasta, bantuan alat tangkap nelayan, alat dan mesin pertanian (alsintan), program kampung nelayan, bantuan ayam petelur, serta program bedah rumah.

Ia juga mengajak para petani untuk terus menyampaikan aspirasi dan masukan agar kebijakan pemerintah ke depan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Agus Ambo Djiwa mengingatkan pemerintah desa agar terus memperbarui data masyarakat secara berkala. Menurutnya, data kependudukan yang akurat dan masyarakat yang memiliki KTP sesuai domisili menjadi syarat penting untuk mempermudah penyaluran berbagai program bantuan pemerintah./***

× Advertisement
× Advertisement