Syahrir Hamdani Inginkan HUT Sulbar Berikutnya, Ada Ruang Bagi Pejuang untuk Menyampaikan Testimoni Refleksi Peringatan

Hits: 38

Syahrir Hamdani(photo:Ist)

BANNIQ.Id.Sulbar. Irama klasikal peringatan HUT Sulbar yang terlihat sangat monoton dan menjadi kelaziman sebagai kegiatan seremonial, perlu didesain dalam bentuk lain agar lebih bermakna dan tidak terkesan hanya menjadi milik Pemprov dan DPRD Sulbar saja.

Sejatinya momentum peringatan hari Bersejarah untuk Sulbar itu menjadi lebih bermakna dengan memberi ruang kepada Para Pejuang menyampaikan pidato atau testimoni tentang Refleksi peringatan setiap tahunnya.

” Ada terobosan yang mesti dilakukan dalam peringatan HUT Sulbar Berikutnya, harusnya pejuang diberi ruang untuk menyampaikan testimoni atau pidato tentang refleksi peringatan, tentang sejauh mana cita-cita dan harapan telah dicapai, tidak seperti selama ini yang terkesan monoton dan hanya menjadi kegiatan seremony Pemprov dan DPRD, ” Harap Tokoh Pejuang Sulbar Syahrir Hamdani, Rabu (23/9/2020).

Tokoh yang sampai saat ini masih berpegang pada prinsip setia merawat Sulbar ini, berharap dengan pidato yang disampaikan oleh pejuang dapat menjadi pijakan tentang harapan yang telah dicapai pada setiap peringatan HUT Sulbar dari tahun ke tahun.

” Gagasan ini tercetus agar bila ada ruang bagi pejuang menyampaikan pidato menjadi pijakan tentang harapan yang telah dicapai pada setiap peringatan HUT Sulbar dari tahun ke tahun,” Lugasnya.

Selain itu, untuk lebih membuminya nama-nama para pejuang Sulbar yang telah Wafat, Syahrir juga akan akan mendorong Ranperda Pemberian nama jalan dan bangunan milik Pemprov Sulbar.

” Ke depan kita juga akan mendorong hak inisiatif tentang Ranperda pemberian nama-nama jalan, bangunan milik pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, ” Imbuhnya.

Selain itu Politisi Gerindra juga ini akan terus mendorong Penulisan buku tentang sejarah para pejuang dalam memperjuangkan Sulbar, baik Generasi Muda yang saat itu berada pusaran perjuangan mendirikan provinsi Sulawesi Barat. Ataupun tokoh pengusaha Mandar yang saat itu turut berkontribusi dalam perjuangan Sulbar,seperti H.Zikir Sewai,H.Asli Kaduppa dan H.Kalman Bora.

Dorongan untuk penulisan buku tersebut sangatlah penting sebut Syahrir, karena sehebat apapun perjuangan dan pengabdian yang telah dilakukan jika tidak ditulis maka akan hilang dari jejak sejarah.

” Dorongan penulisan buku ini penting dilakukan karena saya selalu berpegang pada prinsip bahwa sehebat apapun perjuangan dan pengabdian yang anda lakukan bila tidak ditulis maka akan hilang dari jejak sejarah,” Ujarnya.

Alasan lainnya kata Syahrir tentang pentingnya penulisan buku tentang proses perjuangan pembentukan Provinsi Sulbar untuk mewariskan pengetahuan ke generasi tentang bagaimana provinsi ini diperjuangkan.

Terpisah, Tokoh pejuang Sulbar lainnya Junaedy Latief juga sepakat untuk Peringatan HUT Sulbar Berikutnya bentuk peringatannya dirubah, Paling tidak ada pihak ketiga yang menjadi pelaksana peringatan tersebut. ” Saya sepakat bila bentuk peringatannya dirubah, paling tidak ada pihak ketiga sebagai pelaksana jadi bukan lagi Pemprov dan DPRD tapi ada Even Organiser (EO) yang melaksanakan,” Pungkas mantan Pimpinan Perusahaan Tabloid Mandar Yang kini bermukim di Balikpapan ini.|asdar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *