ADVERTORIAL

Hatta Kainang Minta Pemerintah Buka Akses Pemasaran Komoditas Sulbar

BANNIQ.Id.MAMUJU – Ekspor cangkang sawit Sulbar sebanyak 10.500 ton ke Jepang, melalui Pelabuhan Belangbelang, direspon positif Anggota DPRD Sulbar Muhammad Hatta Kainang.

Menurutnya, ekspor cangkang sawit Sulbar tersebut merupakan momentum kebangkitan perekonomian di Sulbar.

Kunker Spesifik ke Pasuruan Bersama Komisi IV, Agus Ambo Djiwa : Swasembada Susu Tak Cukup Tambah Sapi, Pakan dan Harga Ternak Harus Diperkuat

“Tentu harapan kita, pemerintah membuat akses pasar. Sebab, saat ini belum ada. Kemudian menghasilkan produksi komoditas yang nantinya dibawa ke luar Sulbar,” kata Hatta Kainang, saat menghadiri pelepasan ekspor cangkang sawit perdana di Pelabuhan Belangbelang, Jumat 4 Februari 2022.

Hal itulah, kata dia, yang nantinya dipaparkan dalam konsultasi Rencana Pembangunan Daerah (RPD) yang diadakan Direkotrat Jenderal (Ditjen) Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Akhiri Etafe di Polewali, Bupati Polman Tutup Rangkaian Sandeq Silumba 2026

“Saya akan minta dalam RDP itu bagaimana mensenteralkan komoditas yang nantinya layak kita kembangkan, termasuk market akses,” ucapnya

Pihaknya, kata dia, telah memetakan komoditas prioritas, yakni komoditas jangka panjang dan komoditas jangka pendek.

Mandarpreneur Fair 2026 Dorong UMKM Sulbar Naik Kelas dari Penguatan Kapasitas Hingga Akses Pasar dan Pembiayaan

“Jangka panjang itu ada Aren dan jangka pendek itu ada Jagung, Kelor dan Kaliandra,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, sebanyak 10.500 ton cangkang sawit di ekspor ke Jepang melalui Pelabuhan Belangbelang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Jumat 4 Februari 2022. Asd

× Advertisement
× Advertisement