ADVERTORIAL

Cegah Wabah DBD, Dinkes Mamuju Massifkan Kegiatan Fogging

Kegiatan Fogging yang dilaksanakan Dinkes Mamuju di Salah satu pemukiman Warga (photo:BidP2P)

BANNIQ.Id.Mamuju. Penyakit Deman Berdarah (DBD) merupakan penyakit dengan penderita yang cukup tinggi di Mamuju pada tahun 2022 lalu,yakni terdapat 200 kasus dan 2 penderita dinyatkan meninggal dunia.Demikian diutarakan Kabid Pencegaham dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju,Alamsyah,jumat (20/1).

Untuk menekan jumalh Penderita DPD di tahun 2022 tersebut, tahun 2023 ini Dinkes Mamuju melakukan kegiatan Fogging di beberapa kecamatan yang menjadi Endemik penyakit DBD di Mamuju seperti Kecamatan Mamuju dan Simboro.

Agus Ambo Djiwa: Pelestarian Anoa Butuh Komitmen Bersama, Habitat Harus Dilindungi

” Fogging ini kita lakukan di beberapa kecamatan dan paling massif di Kecamatan Mamuju dan Simboro sebagai kecamatan yang ditemukan pasien meninggal karena DBD tahun lalu meskpiun  ukan penyakit tunggal tapi ada penyakit komorbid,” pungkas Alamsyah.|***

Dialog Agama dan Budaya PKD-TBM Subar Hari Kedua, Siswa Diajak Menggali Potensi Daerah
× Advertisement
× Advertisement