CEREMONY
Beranda » BPS Sulbar Rilis Harga Telur Naik Dapat Tingkatkan Gairah Peternak Lokal

BPS Sulbar Rilis Harga Telur Naik Dapat Tingkatkan Gairah Peternak Lokal

BANNNIQ.Id. Mamuju. Kenaikan harga komoditas telur dan daging ayam di Sulawesi Barat (Sulbar) yang belakangan terjadi akibat tingginya permintaan, termasuk yang dipicu oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG), justru dipandang positif oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar. Alih-alih mengkhawatirkan inflasi, BPS melihat fenomena ini sebagai peluang emas untuk menggairahkan sektor peternakan lokal.

Ketua Askonas Siap Bertarung di Musda V Kadin Sulbar, Usung Semangat Kolaborasi dan Kebangkitan Ekonomi Daerah

Plt. Kepala BPS Sulbar, M. Labi, kepada wartawan pada 3 November 2025, menyatakan bahwa lonjakan permintaan yang besar, bahkan yang didorong oleh program strategis pemerintah seperti MBG, seharusnya sudah diantisipasi oleh para pelaku usaha di sektor perunggasan.

“Sebenarnya para pengusaha juga sudah mengantisipasi akan besarnya permintaan telur,” ujar M. La’bi.

Silaturrahim dengan HMJ Akuakultur Unsulbar, Ajbar Abd Kadir Dorong Pengembangan Teknologi Biofloc

La’bi menjelaskan bahwa meskipun peningkatan permintaan tanpa diimbangi suplai yang memadai akan memicu kenaikan harga, hal tersebut tidak serta merta mengkhawatirkan terjadinya inflasi yang signifikan secara umum. Dalam pengamatannya, Labi memastikan bahwa secara umum, masalah ketersediaan (suplai) komoditas di Sulbar masih dalam kondisi aman.

Kenaikan permintaan tidak hanya berasal dari program MBG. La’bi turut menyoroti faktor musiman, seperti perayaan Maulid Nabi, yang secara historis selalu meningkatkan permintaan telur secara drastis karena adanya tradisi masyarakat lokal.

Ditlantas Polda Sulbar Gelar Rakor Pembentukan Sekolah Pelopor Keselamatan

Menurutnya, tingginya permintaan pasar yang tercipta, baik dari dukungan program MBG maupun dari kebutuhan musiman, justru harus ditangkap sebagai angin segar oleh para pengusaha dan peternak.

M. La’bi dengan tegas menekankan bahwa para pelaku usaha harus melihat situasi ini dari sudut pandang optimis.

“Dari sisi permintaan yang besar ini, bukannya mengkhawatirkan terjadi implasi, tapi justru peluang besar buat pengusaha di sektor telur itu. Apakah dia distributor, apakah dia peternak, itu akan semakin bergairah karena ada permintaan yang cukup besar pasarnya,” tegas La’bi.

Ia menekankan bahwa permintaan pasar yang besar adalah indikator positif yang akan mendorong peningkatan produksi dan aktivitas ekonomi di sektor perunggasan. Setelah periode permintaan puncak, pasar telur diprediksi akan kembali ke kondisi netral.

Laporan : Muh.Irham

× Advertisement
× Advertisement