BANNIQ.Id. Mamuju. Perekonomian Sulawesi Barat tetap menunjukkan kinerja positif di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. Pada triwulan II 2026, ekonomi Sulbar tumbuh 5,20 persen secara tahunan (yoy), meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,35 persen dan sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sipakadamedia yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Barat, Kamis, 24 September 2026, di Atrium Mall Matos Mamuju.
Kegiatan tersebut menghadirkan Analis Bank Indonesia Ahmad Fikri, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulbar Rifky Adhitya, serta Plt Deputi Kepala Perwakilan BI Sulbar Sofian Rendy Ardiansyah.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Sulbar terutama ditopang sektor konstruksi yang tumbuh 12,90 persen, administrasi pemerintahan 10,34 persen, industri pengolahan 5,05 persen, perdagangan 5,02 persen, serta pertanian yang tumbuh 3,62 persen.
Pertumbuhan konstruksi meningkat seiring realisasi belanja modal untuk pembangunan jalan, jembatan dan bangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Sementara pertumbuhan administrasi pemerintahan didorong antara lain penambahan ASN dan pembayaran gaji ke-13.
Dari sisi pengeluaran, ekspor tumbuh 11,51 persen dan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 9,11 persen. Kinerja ekspor ditopang kenaikan nilai ekspor CPO seiring meningkatnya harga CPO global, sedangkan investasi didukung proyek infrastruktur pemerintah dan swasta, termasuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan KDKMP.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,41 persen, sementara konsumsi pemerintah mencapai 9,76 persen. Keduanya mengalami perlambatan seiring normalisasi konsumsi pasca Ramadan dan Idulfitri serta belum optimalnya sejumlah SPPG setelah penutupan sementara pada triwulan sebelumnya.
Di sisi stabilitas harga, inflasi Sulbar pada Agustus 2026 tetap berada dalam sasaran nasional. Inflasi tahunan tercatat 2,29 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional 3,19 persen. Secara bulanan, Sulbar mengalami inflasi 0,11 persen dengan inflasi tahun berjalan 2,28 persen.
Secara spasial, inflasi tahunan Mamuju tercatat 3,90 persen, sedangkan Majene 1,27 persen. Tekanan inflasi terutama berasal dari kenaikan harga ikan cakalang dan ikan kembung akibat berkurangnya aktivitas melaut, serta cabai rawit, pisang dan telur ayam ras karena pasokan dari daerah sentra menurun.
Sebaliknya, peningkatan pasokan mendorong deflasi pada tomat, bawang merah, cabai merah, bawang putih dan beras.
Untuk menjaga stabilitas harga, BI Sulbar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif. Strategi tersebut ditempuh melalui pasar murah, fasilitasi distribusi pangan, penguatan sektor pertanian dan perikanan, kerja sama antardaerah serta koordinasi dengan Satgas Pangan.
Selain menjaga stabilitas harga, BI Sulbar juga memperkuat pengembangan UMKM melalui Mandarpreneur Ecosystem. Program ini diarahkan untuk meningkatkan legalitas dan kelembagaan usaha, produktivitas dan digitalisasi, sekaligus memperluas akses pembiayaan dan pasar.
Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Mandarpreneur Fair 2026 yang berlangsung 24-26 September di Maleo Town Square Mamuju dengan tema “Malaqbi Berkarya: Tumbuh, Terhubung, Berdaya”.
Kegiatan tersebut mempertemukan UMKM dengan lembaga keuangan, pembeli, mitra usaha dan pemerintah melalui pameran produk, live selling, business matching, layanan legalitas dan pembiayaan serta berbagai kegiatan peningkatan kapasitas.
Melalui business matching, Mandarpreneur Fair 2026 menargetkan pembiayaan dan perluasan keuangan sosial syariah sebesar Rp555 juta serta kerja sama antardaerah senilai Rp3,8 miliar.
BI Sulbar menilai penguatan sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha dan mitra strategis menjadi bagian penting untuk memperluas akses pasar dan pembiayaan UMKM sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat yang inklusif dan berkelanjutan./***










