CEREMONY

Data SE 2026 Jadi Fondasi Kebijakan, BPS Sulbar : Statistik Bukan Hanya Milik BPS

BANNIQ.Id.Mamuju. Kepala BPS Perwakilan Sulawesi Barat, Suri Handayani, membuka secara resmi Seminar Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 yang digelar di Aula Hj. Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Rabu (30/9/2026).

Dalam sambutannya, Suri Handayani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, pemerintah kabupaten, pelaku usaha, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Baru Pertama Kali Bertemu Dandim 1402 Polman dan Puang Limboro Akrab Seperti Sahabat Lama

Dukungan tersebut, kata Suri, turut mendorong kinerja BPS Sulbar dalam pelaksanaan SE2026. Dari aspek progres, Sulbar saat ini berada pada peringkat ketiga secara nasional.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan sensus bukan hanya diukur dari proses pendataan, tetapi juga dari sejauh mana data yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan.

Silaturrahim Kerapatan Hadat Balanipa dengan TNI Perkuat Sinergi Berbasis Kearifan Lokal

“Data hasil SE2026 akan menjadi rujukan penting dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat, efektif dan efisien, termasuk dalam menentukan arah pengalokasian anggaran,” ujar Suri.

Ia menjelaskan, SE2026 memiliki peran strategis dalam menyediakan gambaran mengenai struktur ekonomi kewilayahan. Data tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan, sekaligus menjadi navigasi bagi pelaku usaha dalam mengembangkan dan mengelola kegiatan ekonominya.

Tak Lagi Maju di Musda IV, Wardin Wahid Dorong Apdesi Sulbar Lebih Meningkatkan Kapasitas Pemerintah Desa

“Karena itu, data hasil sensus ini sangat penting. Kita tidak hanya ingin mengetahui berapa banyak pelaku usaha, tetapi juga memahami struktur dan karakteristik ekonomi di setiap wilayah. Dengan data yang lebih lengkap, kebijakan dapat disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.

Suri juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi petugas sensus pada awal pelaksanaan SE2026. Namun, berbagai kendala tersebut secara bertahap dapat diselesaikan melalui pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Suri juga menekankan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap data statistik.
Selama ini, masih ada anggapan bahwa data statistik merupakan sesuatu yang hanya dimiliki dan digunakan oleh BPS. Padahal, menurutnya, statistik merupakan milik bersama yang dapat dimanfaatkan seluruh komponen masyarakat.

“Di momen Hari Statistik ini kami ingin membumikan statistik dan mengubah pemahaman masyarakat yang selama ini menilai data statistik hanya milik BPS. Sesungguhnya, data statistik adalah milik seluruh masyarakat dan dapat digunakan oleh semua komponen masyarakat,” pungkasnya.

Ia berharap hasil SE2026 nantinya tidak berhenti sebagai kumpulan angka dan tabel, tetapi benar-benar menjadi instrumen yang digunakan pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat dalam membaca kondisi ekonomi dan menentukan langkah ke depan./***

× Advertisement
× Advertisement