ADVERTORIAL

Desa Bonda Mamuju Menuju Desa Ekspor, Andalkan Produk Olahan Perikanan di Trade Expo Indonesia 2026

Keapal Desa Bonda, Abd.Wahab,S.Sos(Foto;Banniq.id)

BANNIQ.Id. Mamuju. Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi desa berbasis sumber daya alam (SDA). Dengan karakteristik sebagai desa minapolitan, Bonda memiliki potensi besar di sektor perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya air tawar dan payau.

Potensi tersebut kini terus dikembangkan melalui berbagai inovasi dan program pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Desa Bonda tidak hanya mengandalkan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), tetapi juga aktif membuka akses terhadap berbagai program hibah dan dukungan dari kementerian maupun lembaga.

Agus Ambo Djiwa: Pelestarian Anoa Butuh Komitmen Bersama, Habitat Harus Dilindungi

Upaya tersebut tak lepas dari peran Kepala Desa Bonda, Abd. Wahab, yang terus membangun jejaring dan melakukan berbagai lobi program untuk membuka peluang pengembangan ekonomi desa.

Salah satu langkah strategis yang kini tengah dipersiapkan adalah keikutsertaan Desa Bonda dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, melalui program “Papilium Desa Bisa Ekspor” yang digagas Kementerian Perdagangan.

Dialog Agama dan Budaya PKD-TBM Subar Hari Kedua, Siswa Diajak Menggali Potensi Daerah

Program tersebut menjadi momentum bagi Desa Bonda untuk membawa produk unggulan desa ke level yang lebih tinggi, dari skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menuju pasar ekspor.

“Inti dari kegiatan TEI 2026 ini adalah bagaimana desa bisa menjadi sebuah desa ekspor. Ini juga sejalan dengan program Kementerian Desa, bagaimana desa berangkat dari potensi yang dimiliki, kemudian diolah dan dikembangkan. Jadi bukan hanya berskala UMKM, tetapi grade-nya bisa naik hingga menjadi eksportir,” ujar Kepala Desa Bonda, Abd. Wahab, Kamis (8/10/2026).

Dukung Usaha Perikanan Pesisir, Program Aspirasi Agus Ambo Djiwa Bantu Empat Poklahsar diMajene

Wahab mengatakan, Desa Bonda akan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut pada 14 hingga 18 Oktober 2026. Keikutsertaan ini merupakan hasil dari proses pendaftaran dan seleksi yang dilakukan melalui kementerian yang selama ini melakukan pembinaan terhadap desa.

“Untuk bisa mengikuti program ini, kami melakukan pendaftaran. Kemudian terseleksi melalui kementerian yang membina desa. Kalau kami, pembinaannya melalui Kementerian Desa. Di sana ada program CSR untuk desa,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Desa Bonda akan membawa sejumlah produk unggulan untuk dipamerkan. Sebanyak tujuh orang akan berangkat mewakili desa, terdiri atas unsur pemerintah desa, anggota Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta tenaga pendamping desa.

“Kami akan membawa barang atau produk yang akan kami pamerkan di sana. Kami berangkat tujuh orang, ada anggota BUMDes dan tenaga pendamping desa,” kata Wahab.

Produk Olahan Perikanan Jadi Andalan

Selama ini, masyarakat Desa Bonda telah mengembangkan berbagai produk olahan yang bersumber dari potensi perikanan lokal. Produk tersebut antara lain abon ikan dan berbagai olahan ikan lainnya.

Menurut Wahab, produk-produk tersebut memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas, kemasan, standar produksi maupun akses pasarnya.

“Selama ini UMKM di desa sudah mengembangkan beberapa produk olahan dari sumber perikanan. Ada abon ikan dan beberapa olahan ikan lainnya. Ini yang menarik untuk kemudian kami kembangkan bersama,” ujarnya.

Ia menilai, kekuatan utama Desa Bonda terletak pada ketersediaan bahan baku yang berasal dari potensi perikanan lokal. Karena itu, pengembangan produk tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Pengembangan potensi tersebut juga bukan kali pertama dilakukan Desa Bonda. Sebelumnya, desa ini telah mengikuti program Championship Ketahanan Pangan Desa dan berhasil meraih posisi kedua.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan juara dua. Bahkan Bank Indonesia memberikan apresiasi kepada kami,” ungkap Wahab.

Keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Desa Bonda untuk terus melakukan inovasi dan memperluas jejaring kemitraan.

Melalui keikutsertaan dalam TEI 2026, Desa Bonda berharap produk-produk unggulan desa tidak berhenti pada pasar lokal maupun nasional, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas.

Bagi Desa Bonda, langkah menuju desa ekspor bukan sekadar mengejar label, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengolah potensi desa menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan potensi perikanan yang melimpah, kreativitas pelaku UMKM, dukungan BUMDes, serta kemampuan pemerintah desa dalam membuka akses program dan kemitraan, Bonda kini tengah menapaki jalan baru: dari desa berbasis potensi lokal menuju desa yang mampu menembus pasar global.

× Advertisement
× Advertisement