ADVERTORIAL

Terpilih Aklamasi, Rahman Tona Siap Sinergikan APDESI dengan Program Pemprov Sulbar

BANNIQ.Id. Mamuju. Kepala Desa Ralleanak, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Rahman Tona, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Sulawesi Barat masa bakti 2026–2031.

Ia menegaskan, langkah awal yang akan dilakukan setelah terpilih adalah menyusun struktur kepengurusan, mempersiapkan pelantikan, serta menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk merumuskan program prioritas organisasi.

APDESI Sulbar Gelar Musda IV, Pemdes Didorong Perkuat Pembangunan dan Kesejahteraan Desa

Rahman Tona terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV APDESI Sulawesi Barat yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Dr. Junda Maulana, di Aula Hj. Andi Depu, Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rabu (14/10/2026).

Usai ditetapkan sebagai ketua secara aklamasi, Rahman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala desa serta Ketua APDESI kabupaten se-Sulawesi Barat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut selama lima tahun ke depan.

Seminar Kesehatan IDI di Polman, Bupati Samsul Mahmud Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Paru

“Terima kasih kepada teman-teman kepala desa dan Ketua APDESI kabupaten se-Sulawesi Barat atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Ketua APDESI Sulbar,” ujar Rahman.

Ia mengatakan, setelah pelaksanaan Musda, dirinya bersama anggota tim formatur akan segera bekerja menyiapkan susunan kepengurusan sebagai fondasi awal dalam menjalankan roda organisasi.

Pergeseran Jabatan Jadi Energi Baru Bagi RSUD Hj.Andi Depu untuk Lebih Meningkatkan Kualitas Layanan

Setelah struktur kepengurusan rampung, tahapan berikutnya adalah mempersiapkan pelantikan dan Rapat Kerja untuk menyusun arah kebijakan serta program APDESI ke depan.

“Karena kita baru selesai Musda, yang akan segera kami lakukan adalah membentuk susunan pengurus untuk kemudian dilantik, serta mempersiapkan Raker,” jelasnya.

Menurut Rahman, penyusunan kepengurusan dan pelaksanaan Raker menjadi langkah penting agar APDESI Sulawesi Barat dapat segera bekerja dengan agenda yang terarah, sekaligus memperkuat peran pemerintah desa dalam mendukung pembangunan daerah.

Selain penguatan internal organisasi, Rahman menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Hal tersebut sejalan dengan harapan Sekda Sulbar saat membuka Musda IV APDESI, terutama dalam mendorong keterlibatan pemerintah desa untuk menyukseskan program pembangunan daerah.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya peran desa dalam mendukung pelaksanaan program Panca Daya, terutama yang berkaitan dengan upaya menekan angka kemiskinan dan prevalensi stunting.

“Di kepengurusan APDESI nanti, kami juga siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi untuk mengakselerasi program yang tertuang dalam Panca Daya di tingkat desa, terutama yang berhubungan dengan penurunan angka kemiskinan dan stunting,” tegasnya.

Rahman berharap, kepengurusan APDESI Sulawesi Barat periode 2026–2031 tidak hanya menjadi wadah komunikasi dan konsolidasi para kepala desa, tetapi juga mampu memperkuat kontribusi pemerintah desa dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Baginya, kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi menjadi salah satu kunci agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, panitia Musda IV APDESI Sulawesi Barat yang juga Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa Mekkatta, Khaeruddin, menegaskan bahwa APDESI ke depan perlu memperluas sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pelaksanaan program organisasi.

Menurut pria yang akrab disapa Henri tersebut, sebagai organisasi yang menaungi pemerintah desa, APDESI memiliki ruang strategis untuk membangun kerja sama lintas sektor, baik dengan pemerintah kabupaten dan provinsi maupun dengan pihak swasta, aparat penegak hukum (APH), media, dan organisasi nonpemerintah atau non-governmental organization (NGO).

“Sebagai organisasi pemerintah desa, APDESI pasti akan menguatkan sinergi dan kolaborasi untuk mendukung pelaksanaan program. Bukan hanya dengan pemerintah kabupaten dan provinsi, tetapi juga dengan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi dengan pihak swasta, APH terkait bimbingan dalam pengelolaan dana desa, serta teman-teman media dan NGO juga akan kita kuatkan,” pungkas Henri.

Dengan terpilihnya Rahman Tona secara aklamasi, APDESI Sulawesi Barat diharapkan segera melakukan konsolidasi organisasi melalui pembentukan kepengurusan dan penyusunan program kerja. Langkah tersebut menjadi awal untuk memperkuat peran pemerintah desa sekaligus membangun kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Barat./***

× Advertisement
× Advertisement