ADVERTORIAL

MTsN 1 Polman Tutup Kemah Akbar Dirangkaikan Peringatan Hari Kebudayaan 2026


BANNIQ.Id. Polman. Penutupan Kemah Akbar MTsN 1 Polewali Mandar pada Jumat, 16 Oktober 2026, berlangsung dengan suasana berbeda. Selain mengakhiri kegiatan perkemahan yang telah berlangsung selama empat hari, madrasah tersebut juga menggelar peringatan Hari Kebudayaan 2026 yang melibatkan sekitar 600 siswa.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tinambung itu menjadi peringatan Hari Kebudayaan pertama yang diselenggarakan MTsN 1 Polewali Mandar. Salah satu hal yang menarik adalah seluruh siswa diminta membawa buku sebagai bagian dari upayamengembangkan literasi.

HUT ke-62, Golkar Sulbar Perkuat Kedekatan dengan Rakyat Melalui Aksi Sosial

Kepala MTsN 1 Polewali Mandar, Ismail Saleh, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa peringatan tersebut sengaja dilaksanakan sehari sebelum Hari Kebudayaan, 17 Oktober, agar dapat dirangkaikan dengan penutupan perkemahan.
“Pada hari ini, tanggal 16 Oktober 2026, sebagai puncak acara penutupan pelaksanaan Kemah Akbar, sekaligus kami merangkaikan acara perayaan Hari Kebudayaan. Ini pertama kali kami lakukan di MTsN 1 Polewali Mandar,” jelasnya.

Ismail mengatakan, pihak madrasah ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari pengembangan potensi siswa yang merupakan generasi penerus bangsa. Karena itulah, penguatan literasi menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian kegiatan.

Asa Baru Pendidikan di Polman, Angka ATS Turun 24.69%

Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan datang dari Camat Tinambung, Muhammad Rifai. Ia menyebut keterlibatan madrasah dalam peringatan Hari Kebudayaan sebagai sesuatu yang menggembirakan, terutama karena Tinambung selama ini dikenal memiliki aktivitas kesenian dan kebudayaan yang cukup kuat.

“Kami sangat mengapresiasi keluarga besar MTsN 1 Polewali Mandar yang melaksanakan Kemah Akbar, yang ternyata pada akhir pelaksanaannya dirangkaikan dengan peringatan Hari Kebudayaan 2026,” kata Rifai.

Terpilih Aklamasi, Rahman Tona Siap Sinergikan APDESI dengan Program Pemprov Sulbar

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut memperlihatkan hubungan yang baik antara dunia pendidikan, kesenian, dan kebudayaan di Kecamatan Tinambung.

Sementara itu, budayawan Mandar sekaligus Duta Baca Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Alimuddin, menilai langkah madrasah tersebut patut diapresiasi karena menghubungkan peristiwa kebangsaan dengan pengembangan budaya membaca.

“Peringatan Hari Kebudayaan merupakan momentum yang sangat tepat untuk menjadikan membaca sebagai budaya di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya membaca yang kuat akan menjadi landasan bagi lahirnya generasi yang berdaya,” ujarnya.

Ridwan, yang juga menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial. Menurutnya, gerakan membawa dan membaca buku perlu diteruskan melalui aktivitas literasi yang berlangsung secara rutin di sekolah.

Dengan tema “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya”, peringatan Hari Kebudayaan di MTsN 1 Polewali Mandar diharapkan menjadi awal bagi pengembangan kebiasaan membaca yang lebih kuat di lingkungan madrasah./***

× Advertisement
× Advertisement