ADVERTORIAL

Agus Ambo Djiwa : Munas IV PISPI Jadi Momentum Menata Masa Depan Swasembada Pangan Indonesia

Kordinator Presidium PISPI Dr.Ir.H.Agus Ambo Djiwa saat Menyampaikan Sambutan pada Munas PISPI IV Tahun 2026(foto;Repro)

BANNIQ.Id. Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) IV Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI 2026) telah sukses diselenggarakan di Artotel Gelora Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026) hari ini.

Kegiatan Munas yang mengambil tema “Langkah Strategis Menjaga Swasembada Pangan Indonesia yang Berkelanjutan” ini dibuka langsung oleh Menteri Menteri Perencanaan Pembagunan Nasional /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof Rahmat Pambudi, yang juga merupakan Dewan Pakar BPP PISPI.

Tersangka Curanmor di RSUD Hj.Andi Depu Melarikan Diri Usai Diberi Makan Siang

Hadir Sekjen Kementan yang mewakili Mentan, Dr Suwandi, mewakili Kepala BRIN RI, Prof Nunung Nuryantoro, Koordinator Presidium PISPI, Agus Ambo Djiwa, beserta para pengurus BPP PISPI, seluruh ketua BPW PISPI se-Indonesia, serta para pihak terkait lainnya.

Koordinator Presidium PISPI yang juga anggota Komisi IV DPR RI, Agus Ambo Djiwa, mengemukakan, Munas kali ini adalah momen strategis untuk menjaga swasembada pangan di Indonesia, sesuai dengan tema yang diangkat.

Jadi Narsum di Workshop PTI ATM, Sekertaris BPKAD Sulbar Tekankan Pentingnya Penganggaran Terintegrasi untuk Program Kesehatan

“Secara umum, BPP PISPI berfokus pada penguatan arah kebijakan pangan nasional dan reposisi peran sarjana pertanian. Kita juga akan memperkuat struktur internal organisasi dengan menyinergikan seluruh pengurus dan anggota sarjana pertanian di Indonesia,” jelasnya.

Sedangkan arah strategis PISPI adalah menetapkan garis besar program kerja yang memosisikan sarjana pertanian sebagai mitra strategis pemerintah dalam perumusan kebijakan pangan makro.

Demokrat Resmi Usung Syamsul Samad Sebagai Cawagub Sulbar, Dinilai Figur Tepat Dampingi SDK

Rekomendasi Kebijakan untuk penguatan petani lokal, Menegaskan bahwa swasembada dan ketahanan pangan nasional wajib bertumpu pada kekuatan serta pelibatan penuh petani lokal sebagai aktor utama.

“Juga transformasi menjadi agripreneur, mendorong modernisasi profesi petani melalui edukasi berorientasi bisnis, penguasaan teknologi modern, serta penguatan rantai pasok agar memiliki daya saing komoditas yang tinggi,” kata Agus.

Mantan Bupati Pasangkayu dua periode ini menambahkan, pihaknya juga menyarankan pemerintah agar peningkatan produksi pangan tidak hanya mengandalkan perluasan lahan (ekstentifikasi), melainkan berfokus pada intensifikasi lewat teknologi, kemudahan akses modal, kepastian pasar, dan efisiensi kelembagaan petani.

Agus juga menekankan sinergi lintas sektor, dengan empererat pola kolaborasi antara pemerintah, akademisi (termasuk sarjana pertanian), dunia usaha, dan organisasi profesi guna menjaga keberlanjutan pertanian Indonesia.

× Advertisement
× Advertisement