Bahanakan Maha Karya Tenunan Sutera Melalui Semesta Saqbe Mandar

Hits: 44

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif(Ekraf) dan Pengendalian Industri Pariwisata Dispar Sulbar,Hj.Masyita Sundarawati,SE(photo:Ist)

BANNIQ.Id.Sulbar.Upaya pelestarian dan pengembangan Lipaq Saqbeq (Sarung Sutera-red) Mandar sebagai karya adiluhung yang telah dihasilkan oleh leluhur di masa lalu dan masih bertahan sampai kini, intens dilalukan oleh lembaga Pemerintah, seperti Dinas Pariwisata Provinsi Sulbar, dimana kerajinan Sarung Sutera mandar ini juga menjadi bahagian dari pengembangan pariwisata melalaui Pengembangan Ekonomi Kreatif(Ekraf).

Sebagai bentuk daya dukung untuk pengembangan tersebut, Dispar Sulbar menggelar kegiatan Semesta Saqbeq Mandar yang akan berlangsung di Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman tanggal 9 sampai dengan 12 September 2021.

” Gelaran kegiatan Semesta Saqbe Mandar ini, sejalan dengan harapan Gubernur Sulbar untuk menjadikan Karama sebagai kawasan wisata pengembangan sarung sutera Mandar, dari kegiatan ini pula diharapkan kepada para pelaku(Perajin) Sarung Sutera mandar lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkan karya sarung sutera Mandar,” jelas Kadispar Sulbar,Farid Wajdi,Selasa(7/9).

Dipilihanya Karama sebagai lokasi pelaksanaan dan pusat pengembangan kata Farid, mengingat histori desa ini yang sejak dulu sudah dikenal sebagai pusat pengelolaan dan pemasaran sarung sutera Mandar, sebagai mana dalam lirik lagu mandar” Lipaq Saqbena to Karama”. Kendati demikian timpal dari satelit pengembangan lainnya seperti mojopahit, lekopa’dis dan daerah lainnya tetap juga akan bersinergi sebagai penopang.

” Jadi kenapa dipusatkan di Karama, karena nilai historinya, daerah ini sejak dulu memang sudah dikenal sebagai kawasan pengelolaan dan pemasaran sarung sutera Mandar, baik pasar lokal maupun ke Makassar dan Padang, sesuai lirik pada salah satu lagu mandar, Lipaq saqbena to Karama, tapi daerah lain juga tetap akan jadi penopang seperti mojopahit,Lekopa’dis dan desa lainnya,” jelasnya.

Dijelaskan juga, momen Kegiatan Semesta Saqbe Mandar tersebut, diharapkan menjadi ajang kreativitas dan inovasi untuk menghasilkan karya sutera untuk berbagai varian yang bukan hanya sarung saja.

” Mentum Semesta Saqbe Mandar ini kita akan jadikan sebagai we made again, dan kita berharap lahir kreativitas dan inovasi untuk menghasilkan kerajinan sutera varian lain yang bukan saja sarung sutera seperti sal, passapu dan souvenir yang berbahan sutera lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif(Ekraf) dan Pengendalian Industri Pariwisata Hj. Masyita Sundaraeati,SE selaku penanggung jawab kegiatan Semesta Saqbeq Mandar, menjelaskan, pelaksanaan Kegiatan Semesta Saqbeq Mandar dilalsanakan oleh Dispar melalui bidang Ekraf.

” Kegiatan Semesta Saqbe Mandar yang dilalsanakan oleh Dispar Sulbar melalui Bidang Ekraf dan Pengendalian Industri Pariwisata yang dikerjasamakan dengan Even Organaiser (EO) selaku pihak ketiga sebagai Penyelenggara kegiatan,” ujarnya.

Ditambahkan, penyelenggaraan Semesta Saqbe Mandar akan berlangsung selama 3 hari yang dimulai dari tanggal 9 sampai 11 September, dengan rangkaian kegiatan meliputi; Workshop Saqbeq Mandar, Webinar Saqbeq Mandar, Lomba photografi Saqbeq,Pameran Handicraft, Peragaan Busana, Pertunjukan Kesenian,Kuliner khas mandar dan peluncuran sureq marasa.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *