Bantu Penanganan Rumah Terdampak Gempa, Tim Ahli Universitas Andalas Buka Klinik Konstruksi

Hits: 13

Tim ahli Unand saat mempresentasikan tata cara penanganan rumah yang rusak karena gempa di Media centre Transisi Darurat Pasca Gempa Sulbar(photo:repro)


BANNIQ.Id.Sulbar. Dalam rangka pendampingan penanganan rekonstruksi dan pemulihan, Tim Universitas Andalas(Unand) akan membuka klinik konstruksi. Pembukaaan klinik ini merupakan salah satu tindaklanjut dari MoU kerjasama antara Pemprov Sulbar dan Universitas Andalas terkait penanganan pasca gempa.

“Seperti klinik obat, kalau klinik obat itu orang yang sakit, kalau ini bangunan yang sakit. Jadi masyarakat nantinya bisa konsultasi. Bisa lewat media sosial atau bisa lewat WA. Nanti akan kita bantu memberikan jasa konsultasi, jawaban atau solusi dari bangunan atau rumah warga yang terdampak gempa. Semua pertanyaanlah” kata Dr. Febrin Anas Ismail, Ahli Perkuatan Rumah Rakyat dan Assesmen Bangunan Pasca Gempa.

Klinik rencananya akan dipusatkan di sekitar Posko Transisi Darurat, di Kantor Gubernur Sulbar. Klinik akan melayani pertanyaan atau permintaan konsultasi warga. Selain lewat WA atau medsos, masyarakat juga dapat langsung berkunjung ke Klinik, melaporkan atau mempertanyakan kondisi rumahnya pasca gempa. Untuk pembukaan klinik ini Universitas Andalas menyiapkan 10 personil sumber daya manusia yang didatangkan dari Padang. Kemudian tenaga tambahan akan direkrut dari sumber daya lokal.

Mengenai kegiatan pendampingan selama masa rekonstruksi dan pemulihan, pihak TIM Universitas Andalas masih menunggu petunjuk teknis penanganan masa rekonstruksi. Petunjuk teknis tersebut disusun oleh masing masing pemkab yakni Pemkab Mamuju dan Majene. Mengacu pada Juklak yang telah ditetapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).
“Juknis berisi petunjuk terkait, asssesment bangunan, validasi verifikasi data, teknis penyaluran bantuan, misalnya saja tahap pemberian bantuan. Selanjutnya tentang pendampingan dan pengawasannya.

” Misalnya petunjuk bagaimana memastikan bangunan yang dibangun itu tahan gempa. Kita siap memberikan dukungan di setiap tahap yang diatur juknis ” papar Dr.Febrin.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Provinsi Sulbar, Safaruddin sangat mengapresiasi rencana pembukaan klinik konstruksi. Menurutnya, warga sangat membutuhkan layanan konsultasi konstruksi untuk mendapatkan pengetahuan tentang kondisi kerusakan rumah warga. Termasuk tindakan yang dilakukan terhadap kerusakan rumah mereka dengan tepat dan efesien.

“Klinik sangat dibutuhkan warga untuk mendapatkan pengetahuan tentang kondisi rumah pasca gempa. Seperti misalnya apakah harus dirubuhka atau tidak perlu. Pengetahuan yang seperti ini sangat berharga” simpul Safaruddin.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *