Bawaslu: Pengawasan dan Pemetaan Kerawanan Coklit Penting dalam Pilkada Majene

Hits: 10

BANNIQ.Id. Majene | Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Majene Indriana Mustafa, S.Pd mengatakan, kegiatan monitoring dan evaluasi pengawasan pelaksanaan pencocokkan dan penelitian (coklit) perlu dilakukan oleh Bawaslu Majene dalam tahapan pelaksanaan Pilkada Majene 2020.

Hal tersebut dikatakan Indriana saat melakukan pengawasan langsung pada tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan PPDP di 2 Kelurahan yang ada di Kecamatan Banggae Timur yaitu Kelurahan Tande Timur dan Baruga, Rabu (22/07/2020). Turut dalam kegiatan pengawasan tersebut Panwascam Banggae Timur, PPK dan PPS di 2 Kelurahan untuk sampling purposive di wilayah Kecamatan Banggae Timur

“Tentunya dengan kegiatan tersebut dapat memastikan pemilih yang berada didaerah rawan seperti wilayah perbatasan antar Kabupaten, pedalaman serta pemilih dilembaga pendidikan terakomodir dalam kegiatan coklit oleh PPDP sehingga dapat menyelamatkan hak pilih seluruh masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih”, tutur Komisioner Bawaslu Majene yang membidangi Divisi Pencegahan,Humas dan Hubungan antar Lembaga ini.

Menurut Indriana, dengan adanya pemetaan daerah rawan dan pemilih rawan ditahapan coklit ini dapat menjadi gambaran awal keadaan pelaksanaan pemutakhiran data oleh penyelenggara teknis KPU Kabupaten sehingga kedepan nantinya dapat dipertanggung jawabkan.

Terkait hasil pengawasan langsung proses tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan di 2 Kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Banggae Timur, Bawaslu Majene mengharapkan PPDP sebisa mungkin disiplin dan teliti dalam bekerja.

“Petugas PPDP harus betul-betul memperhatikan tata cara, prosedur pelaksanaan coklit dengan tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus Covid-19, contoh dalam pengisian kolom data yang ada di stiker A.A.2-KWK itu harus teliti, selain itu sebaiknya sarung tangan bagi petugas PPDP tetap digunakan sebagai salah satu alat pelindung diri dalam bekerja ditengah wabah covid-19, serta penting juga dilakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai tahapan ini dimana menghindari jangan sampai terjadi penolakan warga untuk dicoklit sebab melihat petugas PPDP lengkap menggunakan alat pelindung diri dapat menimbulkan ketakutan tersendiri bagi warga apalagi kita semua tau keadaan psikologis sejumlah warga saat ini’’, tutup Indriana.|Chali/S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *