Disperindagkop Luncurkan Surat Keterangan Asal untuk Komoditas Ekspor Milik Sulbar

Hits: 39

Gubernur Sulbar HM Alibaal Masdar,Kadis Perindagkop,Amir Maricar,SE dan Kadis Perkebunan Ir.Muh. Waris Bestary dan salah satu pelaku usaha Sulbar,saat kegiatan Forum.kordinasi dan singkronisasi Peran Daerah Bidang Perdagangan Luar Negeri(photo:smd)

BANNIQ.Id.Sulbar. Guna menandai komoditas asal Sulbar yang diekspor ke Luar Negeri, yang selama ini masih dibrending sebagai produk daerah lain tempat mengirimkan produk tersebut,Dinas Perindustrian,Perdagangan,Koperasi dan PKM (Perindagkop & Kop) melaunching penggunaan Surat Keterangan Asal (SKA) bagi komoditas Sulbar yang diekspor ke luar negeri yang dirangkaikan dengan Forum Kordinasi dan Singkronisasi Peran daerah dalam Perdagangan Luar Negeri, Yang dibuka Oleh Gubernur Sulbar Drs.HM Alibaal Masdar, di Hotel Grand Maleo Mamuju,Rabu(25/9/2019).

Gubernur Alibaal Masdar atau lebih Karib disapa ABM, Dalam sambutannya menyambut baik upaya Disperindagkop Sulbar, untuk memperkenalkan komoditas sebagai milik Sulbar melalui penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) produk ekspor Sulbar.

Gubernur Sulbar,HM Alibaal Masdar saat Melaunching SKA yang ditandai dengan pemecahan gerabah di mobil truk yang mengangkut biji kakao Sulbar ke Pelabuhan Makassar untuk diekspor ke Jepang(photo:smd)

” Saya apresiasi kepada Dinas Perindagkop dan semua komponen yang terlibat dalam kegiatan ini, Kegiatan ini penting sebagai upaya untuk memperkenalkan komoditas Sulbar baik di dalam maupun di luar negeri,” Harapnya.

Dengan limpahan sumber daya alam.yang dimiliki oleh Sulbar, Pemerintah sebagai fasilitator senantiasa mengsuffort tentang pengembangan komoditas yang dilakukan masyarakat dan pelaku usaha.

” Sulbar banyak memiliki SDA, untuk pengembangan SDA tersebut, Pemerintah sebagai fasilitator senantiasa mengsuffort pengembangan komoditas yang dilakukan oleh masyarakat dan pelaku usaha, jangan pemerintah yang menjadi pelaku,” Timpalnya.

Terkait komoditas Sulbar yang dipromosikan baik di dalam maupun di luar negeri, untuk lebih mudah dikenali sebagai produk dari Sulbar, sejatinya kata Mantan Bupati Polman dua periode ini, dibrending dengan kata “marasa” .

” Agar produk lokal Sulbar lebih dikenal baik di dalam dan di Luar negeri, sebaiknya semua produk tersebut dibrending dengan “Marasa” apakah itu produk olahan kopi Arabika, Robusta atau kakao, sehingga konsumen langsung mengetahui bahwa produk tersebut dari Sulbar karena lebel brending Marasa,” Imbuhnya.

Lebih jauh ABM menjelaskan tentang pilosofi marasa tersebut, kata dia Marasa selain sebagai Akronim dari Mandiri,Cerdas dan Sehat Marasa juga mengandung mana yang lugas.

” Marasa itu akronim dari Mandiri Cerdas dan sehat, marasa juga merupakan ungkapan leluhur orang Mandar yang mengandung makna penuh, Dengan Makna yang sifatnya menguntungkan semua orang, walaupun ada diantaranya terasa pahit, Mammis,Matawar, maisang dan masing,” Bebernya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindagkop Sulbar,Amir Maricar,SE mengatakan peluncuran Surat Keterangan Asal (SKA) untuk komoditas ekspor yang dimiliki Sulbar untuk membrending komoditas tersebut sebagai produk Sulbar,yang selama ini nama Sulbar hilang ketika komoditas tersebut diekspor ke luar Negeri.

” Satu hal pokok yang mendasari kita Launcing SKA, karena selama ini komoditas Asal Sulbar yang diekspor ke Luar Negeri masih dikenal sebagai komoditas dari daerah lain,” Ujarnya.

Dengan terbitnya SKA oleh Disperindagkop , sebagai lembaga yang diberi kewenangan untuk menerbitkan, komoditas Sulbar yang diekspor tersebut, akan dikenal komsumen sebagai komoditas asal Sulbar, Meskipun tidak dikapalkan di wilayah Sulbar, mengingat sarana dan prasarana pelabuhan di Sulbar yang belum memadai.

” Dengan SKA ini, Komoditas yang diekspor ke luar negeri akan lebih mudah dikenali sebagai komoditas Sulbar, meskipun dikapalkan di pelabuhan di luar Sulbar,mengingat sarana dan prasarana pelabuhan yang belum memadai seperti Krane yang belum ada, ” Tandasnya.

Amir menambahkan, selain SKA nantinya komoditas yang diekspor ke luar negeri juga akan dilabeli brending Marasa, sebagaimana harapan Gubernur Sulbar.

” Kita harus bangga sebagai orang Sulbar, salah satu bentuk kebanggaan tersebut, komoditas yang dipasarkan ke luar akan dibrending marasa, yang menandakan sebagi produk lokal Sulbar, jadi ketika konsumen melihat marasa, langsung mengenali produk tersebut sebagai produk asal Sulbar,karena ada ciri khas daerah,” Pungkasnya.|smd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *