BANNIQ.Id, Majene. Di tengah tekanan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran yang melanda pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Majene, semangat untuk meneguhkan nilai-nilai keagamaan tetap menyala.
Pemerintah Kabupaten Majene memastikan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten tetap digelar pada 10 hingga 12 Mei 2026.
Keputusan ini bukan tanpa pertimbangan. Di balik keterbatasan, tersimpan keyakinan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan cahaya yang membimbing arah kehidupan.
Hal itu ditegaskan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Majene, Dr. Ahmad Amin, S.Ag., M.Pd.I, Rabu (6/5/2026).
“Meskipun terasa berat di tengah kondisi fiskal saat ini, namun dengan semangat pengembangan dan pengamalan nilai-nilai Qur’ani, serta hasil rapat lintas lembaga antara Pemkab dan Kemenag, disepakati bahwa MTQ tingkat Kabupaten Majene tetap dilaksanakan pada 10 hingga 12 Mei 2026,” jelasnya.
Pelaksanaan MTQ ini menjadi bukti bahwa nilai spiritual tidak pernah surut oleh kondisi material. Justru dalam keterbatasan, kecintaan terhadap Al-Qur’an menemukan maknanya yang paling dalam sebagai sumber ketenangan, petunjuk, dan penguat iman.
Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, panitia terus mematangkan berbagai persiapan, termasuk pelaksanaan rapat dewan hakim. Sebanyak 11 orang dewan hakim telah ditetapkan, seluruhnya memiliki kualifikasi profesional serta sertifikasi resmi dari Kementerian Agama.
“Rangkaian persiapan terus kami lakukan secara maksimal, termasuk koordinasi dengan dewan hakim agar pelaksanaan MTQ berjalan lancar dan berkualitas,” imbuh Ahmad Amin.
Sementara itu, kesiapan peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Delapan kafilah dari seluruh kecamatan di Kabupaten Majene telah menyatakan kesiapannya untuk ambil bagian dalam ajang syiar Islam tersebut.
“Seluruh kafilah siap mengutus peserta terbaiknya, Kegiatan akan dipusatkan di Rumah Jabatan Bupati Majene untuk semua cabang lomba. Namun, jika terjadi kondisi darurat, maka Musala Al-Mubarak akan menjadi alternatif lokasi,” terangnya.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, Dr.H.Muh. Sahlan, turut menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung penuh pelaksanaan MTQ ini.
” Semula direncanakan tanggal 28 Aprl tapi diundur ke 10 Mei sesuai hasil rapat dengan Pemkab, Kami sepenuhnya siap menyukseskan kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Majene,” jelas Sahlan.
Diharapkan Muh.Sahlan kegiatan MTQ ini bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga momentum untuk menanamkan kecintaan yang mendalam terhadap Kalam Ilahi. Dari lantunan ayat-ayat suci yang menggema, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.
“Di tengah tantangan zaman, MTQ menjadi pengingat bahwa kekuatan umat terletak pada kedekatannya dengan Al-Qur’an—sebagai pedoman hidup, sumber akhlak, dan jalan menuju keberkahan,” Pungkasnya./***








