Idris: Tentang Kriteria Calon Ibukota Baru, Sulbarlah yang Paling Layak

Hits: 281

Sekprov Sulbar,Dr.Muh. Idris DP(photo:bnq)

BANNIQ.Id.Sulbar. Rencana pemindahan ibokota negara di luar Pulau Jawa, dimana Provinsi Sulawesi Barat merupakan salah satu nominator calon ibukota baru yang akan menggantikan posisi DKI Jakarta yang dinilai sudah tidak layak untuk menjadi ibukota karena berbagai masalah seperti kemacetan dan Banjir.

Belakangan dari 4 Nominator, dikabarkan tinggal menyisakan 2 daerah provinsi yakni Kaltim dan Sulbar.” Kita berdo’a semoga Provinsi Sulbar yang akan menjadi Ibukota Negara yang baru, karena sesuai perkembangan dari proses penentuan calon ibukota tersebut tinggal dua daerah yakni Kaltim dan Sulbar,” Ujar Gubernur Sulbar Drs.HM Alibaal Masdar saat mengikuti Acara Bukber di Rujab Bupati Mamuju belum lama ini.

Terpisah, Sekertaris Provinsi Sulbar Dr.Muh.Idris DP,Kamis(23/5/2019) juga menyampaikan optimismenya bahwa Sulbar sangat berpeluang untuk menjadi ibukota baru Indonesia, mengingat syarat dan kriteria yang dimiliki oleh Sulbar jauh melampaui dari nominator lainnya.

” Dari sebelas kriteria yang menjadi indikator persyaratan, Sulbar lah yang paling tinggi dari 4 Nominator daerah itu,” ucapnya.

Ditambahkan Idris, awalnya sulbar tidak masuk nominasi kunci namun belakangan kembali masuk salah satu nominasi yang kuat menjadi ibukota negara mengingat syarat yang dimiliki oleh Sulbar lebih lengkap dari yang lainnya. Salah satunya karena Sulbar memilik aspek letak yang Indonesian sentris.

“Indonesian sentris, Spirit of Indonesia, referesentatifnes, ini tidak bermakna kesukuan, tetapi maknanya adalah Sulbar sebagai titik tengah dari Indonesia, Sulbar kuat dari aspek ini,” Imbuhnya.

Selain itu syarat lainnya sambung Idris, yang juga memposisikan unggul dari empat daerah lainnya, antara lain resiko sosial, yakni masalah pemindahan penduduk dengan pembangunan Ibokota Baru yang sangat rendah bila Sulbar yang jadi Ibukota Negara, kemudian aspek Maritim, Sulbar memiliki laut yang dalam, ketiga berada di posisi tengah dan yang terakhir posisi Sulbar yang tidak berbatasan dengan negara lain.

” Dari 4 aspek ini Sulbar memiliki rating paling tinggi dari nominator lainnya,” timpalnya.

Kemudian dari aspek material, yang akan menopang pembangunan ibukota baru , Sulbar juga sangat unggul dari aspek ini kata Idris, karena Sulbar memiliki SDA yang cukup untuk menopang pembangunan Ibokota baru nantinya,”Tandasnya.

Dari aspek sosial budaya masih kata Idris, Sulbar juga memiliki tatanan masyarakat yang baik dari kohesi (kerukunan/persatuan masyarakat ) sosial

” Masyarakat Sulbar dikenal sebagai masyarakat yang memiliki kohesi sosial yang tinggi, ini juga merupakan penunjang yang kuat untuk mendukung Sulbar jadi ibukota Negara yang baru,” Sambungnya.

Kemudian dari aspek kerawanan bencana yang dimiliki oleh Sulbar, kata Idris kriteria tersebut tidak menjadi kriteria utama dalam menentukan pembangunan calon ibukota yang baru, dan kriteria tersebut tidak akan menjadi penghalang Sulbar untuk tidak dominatif untuk menjadi Ibukota yang baru.

“Tentang letak yang rawan bencana ataupun ring of fire, itu bukan menjadi kriteria utama dalam menentukan ibukota yang baru, dan kriteria tersebut tidak akan menjadi penghalang untuk tidak domintifnya Sulbar sebagai calon Ibokota baru,” Tandasnya.

Untuk dukungan maksimal terhadap Sulbar sebagai salah satu calon Ibokota negara yang punya kans untuk ditetapkan sebagai calon ibukota negara yang baru, dirinya mengajak seluruh masyarakat Sulbar untuk mendukung secara maksimal agar Sulbar dapat terealisasi menjadi ibukota, termasuk media kata Idris harus mengsuffort.

” Kami berharap kepada teman-teman media untuk memviralkan bahwa Dari sekian kriteria nasional calon Ibukota negara yang baru, Sulbarlah yang paling layak,” Tegas mantan Deputi LAN RI Tersebut.

Kemudian untuk kelanjutan proses pengkajian dan pendalaman serta survey terhadap Sulbar sebagai calon ibukota negara, selepas Idul Fitrih ini kata Idris tim nasional Rencana Pemindahan Ibukota Negara akan berkunjung ke Sulbar.

” Sesuai komunikasi saya dengan pihak kementerian Perencanaan Pembangunan nasional, terkait pengkajian terhadap memindahkan ibukota negara, selepas lebaran ini tim nasional akan turun ke Sulbar untuk melakukan survey, kami berharap kawan-kawan media ikut memantau kegiatan ini,” Pungkasnya.|smd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *