BANNIQ.Id. Jakarta. Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud menjadi salah satu peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Kegiatan berlangsung pada 15–28 Juli 2026 dengan mengusung tema “Kepemimpinan Daerah yang Tangguh di Era Geopolitik Global dan Disrupsi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045.”
KPPD Angkatan III secara resmi dibuka oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa KPPD merupakan instrumen strategis untuk membentuk karakter kepemimpinan yang berjiwa negarawan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta meningkatkan pemahaman terhadap dinamika lingkungan strategis, sehingga implementasi Asta Cita dapat berjalan secara konsisten, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Sebanyak 25 kepala daerah mengikuti program ini, terdiri atas 23 bupati dan dua wali kota dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka akan mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan strategis, ketahanan nasional, geopolitik global, transformasi pemerintahan, hingga tata kelola daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan masa depan.
Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud mengatakan keikutsertaannya dalam KPPD Lemhannas RI merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk memperluas wawasan, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta membangun jejaring antarkepala daerah dalam merumuskan berbagai solusi pembangunan.
“Melalui KPPD ini, kami memperoleh ilmu, pengalaman, dan perspektif baru tentang bagaimana memimpin daerah di tengah perubahan global yang sangat cepat.
Ini menjadi bekal penting untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong pembangunan Polewali Mandar yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar HSM, sapaan akrab H. Samsul Mahmud, usai mengikuti pembukaan KPPD Lemhannas RI, Rabu (15/7/2026).
Ia juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Polewali Mandar agar dapat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dengan baik dan membawa pulang manfaat yang sebesar-besarnya bagi daerah.
“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar setiap langkah yang kami jalankan senantiasa membawa manfaat dan keberkahan untuk daerah yang kita cintai,” katanya.
HSM menambahkan, materi dan pengalaman yang akan diperoleh selama mengikuti KPPD akan menjadi referensi penting dalam memperkuat arah pembangunan Polewali Mandar.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan menuntut pemimpin daerah memiliki visi kebangsaan yang kuat, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta kecakapan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan bekal tersebut, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar diharapkan mampu melahirkan berbagai kebijakan yang lebih inovatif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing daerah dalam mewujudkan Polewali Mandar yang maju, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045./***








