Memantik Kepingan Rupiah di Tengah Pandemi

Hits: 4

Kadispar Mamuju,Usdi S.Sos.(photo:repro)

BANNIQ.Id.Feature.Pandemi Covid 19 menimbulkan berbagai efek padacsemua sendi kehidupan sejak setahun terakhir. Dengan kondisi atas efek yang ditimbulkan mewabahnya virus Corona, sektor pendapatan turut tergerus, mengingat kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menangkal laju perkembangan Covid yang cukup ketat yakni Prokes dengan menjaga jarak, menghindari kerumunan, cuci tangan dan memakai masker.

Kebijakan tersebut diterapkan seiring laju penyebaran Covid yang enam bulan terakhir di Mamuju cukup tinggi hingga ratusan kasus. Meskipun saat ini sudah menurun drastis hanya 1 dua kasus bahkan dalam seharinya tidak tercatat adanya kasus Covid 19.

Kendati demikian, kebijakan untuk menghindari penyebaran Covid tetap menjadi kelaziman untuk semua sektor kehidupan termasuk untuk dunia pariwisata.Salah satu sumber PAD untuk Pemkab Mamuju adalah dari sektor retribusi wisata. Beberapa destinasi wisata, ynag dimiliki kabupaten Mamuju antara lain Air terjun Tamasapi, Pantai Lombang-lombang, Pulau Karangpuang Rumah adat Mamuju dan beberapa wisata lainnya.

Dengan merebaknya Covid 19, pemasukan dari sektor wisata menurun. Bahkan wisata Pavorit seperti Pulau Karangpuang pengunjung sangat menurun.” Memang Pandemi Covid 19 ini berfek ke pendapat dari sektor wisata, namun kita tetap mendorong pengelola untuk semangat menghadapi kondisi ini,” ujar Kadis Pariwisata Kabupaten Mamuju,Usdi belum lama ini.

Untuk menyiasati kelesuan tersebut sambung Usdi, tetap bagian promosi wisata untuk melakukan kegiatan promosi yang tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan.

” Kita lakukan promosi wisata khususnya untuk destinasi andalan, seperti pulau karampuang, yang secara bersamaan juga kita sosialisasikan untuk tetap menerapkan Prokes saat berkunjung ke pulau,” imbuhnya.

Disamping itu kepada para pengelola juga tak luput untuk menjadi sasaran sosialisasi agar sama-sama menjaga kondisi wisata yang sehat dan terbebas dari Covid 19.

” Kepada pengelola juga kami sosialisasikan untuk tetap melakukan kampanye penerapan Prokes, agar kondisi destinasi wisata tetap terjaga dan terlundung dari penyebaran Covid 19,” imbuhnya

Guna mengembalikan kondisi pengunjung wisata yang kembali meningkat meskipun di tengah Pandemi, pihaknya telah menyampaikan ke bupati untuk mengsupport pembenahan beberapa destinasi wisata.

” Untuk mengembalikan kondisi pengunjung wisata yang lebih meningkat meskipun di tengah Pandemi, kami sudah menyampaikan ke ibu bupati untuk melakukan pembenahan wisata, untuk kembali jadi pemasok PAD kendatipun tidak sama sebelum adanya Pandemi,” Simpulnya| asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *