Mengapresiasi Upaya Pemkab dalam Melestarikan Kearifan Lokal Melalui Festival Maradika Mamuju

Tradisi Ritual Massossor Manurung Kerajaan Mamuju(photo:repro)

BANNIQ.Id.Mamuju.Keseriusan Pemkab untuk melestarikan dan membangkitkan kearifan lokal Mamuju terlihat melalui rencana pagelaran Festival Maradika Mamuju, yang akan menghadirkan 150 Kerajaan Se Nusantara yang diagendakan berlangsung pada tanggal 16 Desember nanti.

Terkait persiapan dan item kegiatan yang akan menyemarakkan even budaya terbesar pertama yang diselenggarakan oleh Pemkab tersebut, disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju,Usdi,S.Sos,Selasa(15/10/2019) kepada Banniq.Id.

” Peserta Festival Maradika Mamuju yang kami undang, akan tiba di Mamuju pada tanggal 16 Desember 2019, kami akan melakukan penjemputan di Bandara dengan brain konten budaya Mamuju, dan kami berharap pada hari itu juga semua karyawan hotel/penginapan di Mamuju untuk mengenakan busana adat Mamuju,” Jelas Usdi.

Untuk lebih menjalin keakraban dengan utusan kerajaan dari seluruh Nusantara yang hadir, sambung Usdi malam harinya akan digelar makan malam bersama, atau Weelcome Dinner, yang bertajuk Pesona Anjoro Pitu.

Kepala Dinas Pariwisata Mamuju, Usdi,S.Sos.(photo:bnq)

” Utusan kerajaan yang hadir akan kami jamu makan malam bersama, atau Weelcome Dinner, yang bertajuk Pesona Anjoro Pitu,” Ujar Kadis yang penuh spirit dalam mengembangkan destinasi wisata di Mamuju ini.

Kemudian hari berikutnya, tanggal 17 Desember akan dilanjutkan dengan kegiatan Massossor Manurung(pencucian Keris Pusaka) yang dirangkaikan dengan parade mengarak air pencucian Keris Pusaka yang akan berangkat dari Rumah adat menuju pantai Manakarra.

” Ada yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dari kegiatan Massossor Manurung ini, kalau tahun lalu air pencuciannya dibagikan saja kepada orang-orang, tetapi untuk kegiatan pada festival Maradika Mamuju ini, akan disiramkan ke laut dan sisanya dibagikan kepada orang-orang, dalam prosesi ini akan dihadiri semua perangkat adat kerajaan Mamuju termasuk Kadi,sebagai perangkat yang bertanggung jawab untuk keagamaan,” Timpalnya.

Masih kata Usdi, Pagelaran seni tradisional Mamuju juga akan menjadi rangkaian kegiatan festival, akan ada tarian klosal tentang prosesi Massossor Manurung.

” Pagelaran seni juga akan menjadi pesona dalam kegiatan festival ini, akan ada tarian klosal yang akan digelar di Matos, temanya tentang kegiatan ritual Massossor Manurung,” Tandasnya.

Kemudian untuk mengenalkan salah satu destinasi wisata andalan Mamuju yakni Pulau Karampuang, lanjut Usdi, Peserta Festival Maradika Mamuju, akan berkunjung ke Pulau Karampuang dengan topik Visit to Karampuang.

” Rangkaian kegiatan berikutnya yakni visit to Karampuang, peserta akan dibawa berkunjung ke Pulau karampuang, disana mereka akan menyaksikan berbagai permainan rakyat seperti mokaracang,mojekka dan akan kegiatan ritual juga yakni Moalibe Angatang, ” bebernya.

Destinasi Andalan Mamuju,Pulau Karampuang(photo:repro)

Dengan kegiatan Festival Maradika Mamuju tersebut kata Usdi, ada dua tujuan utama yang ingin dicapai, yakni upaya pelesatarian kearifan lokal Mamuju, dan yang kedua untuk lebih memperkenalkan destinasi wisata yang dimiliki Mamuju,karena dengan pengenalan tersebut, mereka akan tertarik untuk berkunjung ke Mamuju, yang tentunya berefek domino untuk peningkatan ekonomi masyarakat Mamuju.

” Kegiatan ini selain untuk pelestarian kearifan lokal Mamuju, juga untuk mempromosikan destinasi wisata yang dimiliki Mamuju, dengan pengenalan tersebut,mereka tertarik kemudian berkunjung ke Mamuju, efek dominonya tentu kepada peningkatan ekonomi masyarakat, pasti mereka akan membeli kebutuhan selama di Mamuju,” Pungkasnya.|smd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *