BANNIQ.Id. Polewali. – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Barat, Syamsul Samad, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke-8 antar SMK se-Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu, 13 Desember 2025.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti oleh 21 SMK se-Kabupaten Polewali Mandar, dengan dihadiri ribuan siswa-siswi serta para guru. Porseni tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempertemukan pelajar dari berbagai wilayah di Polman.
Dalam kapasitasnya sebagai pembina upacara, Syamsul Samad menekankan pentingnya menjaga semangat persaudaraan selama Porseni berlangsung. Menurutnya, Porseni harus dimaknai sebagai momentum mempererat silaturahmi lintas sekolah.
“Porseni ini kita maknai sebagai ajang mempererat tali persaudaraan. Silaturahmi antar guru, antar kepala sekolah, terlebih silaturahmi bagi anak-anakku sekalian, dari ujung Tutar hingga Polewali dan Balanipa,” ujar Syamsul Samad.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Porseni sebagai ruang saling mengenal dan saling menguatkan. Tidak sekadar berkompetisi, tetapi juga menumbuhkan karakter dan semangat kebersamaan.
“Saya ingin menyampaikan kepada anak-anakku, maknai Porseni ini sebagai ajang mengukir prestasi, khususnya di bidang olahraga dan seni,” lanjutnya.
Lebih jauh, Syamsul Samad mengaitkan kegiatan Porseni dengan agenda besar oolahraga Sulawesi Barat ke depan. Ia mengungkapkan, setelah dilantik sebagai Ketua KONI Sulbar bersama jajaran pengurus, pihaknya tengah mempersiapkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, Pra PON 2027, hingga PON 2028.
Menurutnya, usia pelajar SMK saat ini merupakan fase emas pembinaan atlet menuju PON 2028. Karena itu, Porseni dinilai menjadi salah satu pintu awal menjaring talenta potensial.
“Usia anak-anak SMK adalah usia emas menuju PON 2028. Mudah-mudahan melalui Porseni ini, ada yang bisa kita lirik dan kembangkan bakatnya untuk dibina hingga mampu berlaga di ajang nasional bahkan internasional,” harapnya.
Porseni ke-8 SMK se-Kabupaten Polewali Mandar pun diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi fondasi pembinaan prestasi olahraga dan seni Sulawesi Barat di masa depan./hum-Kon-sulbar.






