Mereplikasi Sukses Penyelenggaraan Porda Jabar dari Aspek Kualitas untuk Porprov IV Sulbar

Hits: 43

Wakil Ketua Satu KONI Mamuju,M.Syahrang Amin di Kantor Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bogor(photo:bnq)

BANNIQ.id.Bogor. Penyelenggaraan Porprov yang di Jabar waktu penyelenggaraan tahun lalu masih disebut Porda ke XIII yang dilaksanakan di Kabupaten Bogor yang telah sukses dilaksanakan dengan Prinsip panca sukses, dengan dukungan berbagai Aspek termasuk Dukungan Anggaran.

Dihadapan tim KONI dan wakil pemerintah Kabupaten Mamuju yang melakukan Study banding ke Kabupaten Bogor, Selasa(25/6/2019) antara lain Ketua KONI H.Samiran, Sekertaris Erlin, Ketua Dewan Kehormatan KONI, Herly Said, Wakil Ketua I Syahran Amin, Wakil Ketua II, H.Hanafi, Wakil Ketua III, Muh.Amri, dan Wakil Sekertaris Suratmin Said, Ketua Bidang Organisasi Taufik Yunus dan Bendahara Muh.Jabir kemudian mewakili Pemkab, H.Ibrahim (Kabid Penyusunan Anggaran BPKAD Mamuju) Syamsir(Mewakili Dispora Mamuju). kadis Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bogor Aman Muslihat menyampaikan kesuksesan Kabupaten Bogor dalam melaksanakan Porda dan Perpada( even bagi atlit khusus penyandang Disabilitas).

Aman menjelaskan, dalam penyusunan anggaran untuk penyelenggaraan Porda Jabar di Kabupaten Bogor, pihaknya melakukan konsultasi dengan pihak Kementerian Keuangan agar anggaran tersebut sesuai prosedur dan tidak berkonsekuensi hukum.

” Karena dana penyelenggaraan Porda itu masuk kategori dana Hibah, kami melakukan konsultasi ke Dirjend Keuangan daerah Kementerian Keuangan, agar proses penyusunan anggaran tersebut sesuai prosedur, dan arahan dari Dirjen bahwa anggaran Hibah tersebut melekat pada penyelenggara dalam hal ini KONI Provinsi, nanti mereka yang mendistribusikan ke bawah,” Terangnya.

Untuk mereplikasi (menerapkan) apa yang telah dilaksanakan oleh kabupaten Bogor yang telah sukses melaksanakan Porda, tentu tidak bisa disamakan dengan Pelaksanaan di Kabupaten Mamuju apalagi secara kuantitas penganggaran yang begitu besar.

” Apa yang telah dijelaskan oleh pihak Dinas tadi, tentu dalam mindset kita harus kita maknai secara proporsional, artinya apa yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Bogor dalam mengsukseskan Porda Jabar, terutama aspek anggaran, Pasti jauh berbeda karena Nominal APBD yang sangat jauh berbeda, yang terpenting bagaimana kualitas pelaksanaan Porda tersebut dapat juga kita sukseskan dimana Mamuju sebagai tuan rumah,” papar Ketua KONI Mamuju, H.Samiran.

Hal senada juga disampaikan Kabid Penyusunan Anggaran BPKD Mamuju,H Ibrahim. Ibrahim mengatakan membandingkan APBD Mamuju dan Kabupaten Bogor sangat jauh seperti langit dan bumi, karena APBD Mamuju hanyalah 1 T. Hanya yang terpenting kata Ibrahim bagaimana pelaksanaan Porprov tersebut dapat terlaksana secara sukses seperti di Bogor.

” Ada hal yang ingin kami pertanyakan terutama terkait masalah pajak yang sedikit menjadi kendala saat penyelenggaran porda di Jabar, sebagaimana disampaikan pak kadis, kita ingin agar nantinya hal ini tidak terjadi di Mamuju jika kami melaksanakan Porprov,” Tanya Kabid Penyusunan anggaran Pemkab Mamuju, H.Ibrahim.

Adanya kendala penginfutan pajak, pada anggaran pelaksanaan Porda, kata Aman Muslihat, karena diawal penyusunan anggaran tidak memperhitungkan pajak untuk pemberian bonus untuk atlit yang meraih medali di Porda dan Perpada.

” Masalah adanya kendala pembuatan pajak, karena di awal penganggaran pajak untuk pemberian bonus bagi atlit yang meraih medali tidak diperhitungkan, sehingga pihak BPK menyarankan untuk diajukan ulang di APBD Perubahan dan Alhamdulilah semua sudah selesai semuanya secara administrasi,” Tandasnya.

Selain aspek penganggaran, Hal lain yang menjadi tema diskusi saat pertemuan KONI dan Pemkab Mamuju dengan Dispora dan KONI Kabupaten Bogor, tentang pembinaan prestasi atlit yang dilakukan oleh Pemkab Bogor terutama bagi kalangan pelajar yang masuk kategori atlit yang berstatus pelajar.

” Kami ingin mendapatkan gambaran tentang kiat dari Pemkab Bogor dalam membina atlit dalam meraih prestasi, khususnya bagi atlit yang juga sebagai pelajar,” Ujar Ketua DK KONI Mamuju, Herly Said.

Menanggapi hal tersebut, Aman kembali menjelaskan bahwa pihak Pemkab Dalam melakukan pembinaan atlit untuk meraih prestasi khususnya bagi atlit yang juga berstatus pelajar.

” Sejak awal di Usia SMP, Pemkab telah melakukan pembinaan kepada siswa yang berbakat dalam cabor tertentu, selama masa penggemblengan kita melakukan evaluasi, bila dinilai tidak mampu berkembang kita kembalikan kepada orang tua mereka,” Imbuh Aman Muslihat.

Kemudian terkait sarana dan Prasarana Olahraga seperti Venue dan Lapangan yang akan menjadi pusat Perlombaan, Sekertaris KONI Mamuju Erlin, mempertanyakan bagaimana pengelolaan sarana dan prasarana tersebut, apalagi sarana ataupun prasarana yang bukan menjadi milik Pemkab.

Merespon pertanyaan tersebut, Aman menjelaskan bahwa beberapa tahun sebelum pelaksanaan Porda,pihak Pemkab Bogor telah melakukan persiapan terkait penyedia sarana dan prasarana Olah Raga di Kabupaten Bogor.

” Beberapa tahun sebelum pelaksanaan Porda, pihak Pemkab telah melakukan persiapan pembangunan sarana dan prasarana olah raga, termasuk upaya ganti rugi tanah yang akan dijadikan lokasi pembangunan, meskipun tidak semua sarana atau venue olah raga ada di Kabupaten Bogor ini, ada beberapa cabor yang di Lombakan di venue lain seperti di Kota Bogor,” Sambungnya.

Terkait target juara umum bagi Kabupaten Bogor sebagai Tuan Rumah, tentu ada kiat-kiat yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut, Harapan serupa juga diinginkan oleh Kabupaten Mamuju sebagai tuan rumah pelaksana Porprov IV.

” Terkait tuntutan untuk sukses penyelenggara dan sukses prestasi yang dibebankan ke Kabupaten Bogor, kami ingin mendapatkan gambaran bagaimana tahapan yang dilakukan untuk mewujudkan target sebagai juara umum,” Tanya, Wakil Ketua I KONI Mamuju, Syahran Amin.

Target untuk menjadi juara umum bagi setiap tuan rumah pelaksana Even, kata Aman memang selalu menjadi Harapan besar yang mesti diwujudkan.Untuk Pemkab Bogor sendiri bersama Pengurus KONI intens melakukan kordinasi, juga dengan pengurus KONI Provinsi karena memang untuk menjadi juara harus total dan didukung oleh semua pihak.

” Untuk mewujudkan target juara umum, Bupati harus optimal memberikan dukungan, Pengurus KONI beserta para Pengurus Pengcab Cabor masing-masing juga harus solid dan bersinergi untuk mewujudkan harapan tersebut,” Pungkasnya.|smd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *