ADVERTORIAL

Pansus DPRD Polman Turun ke Pasar Wonomulyo Serap Aspirasi Pedagang


BANNIQ.Id. Polewali Mandar. Pembenahan pengelolaan pasar, perparkiran, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi fokus Panitia Khusus (Pansus) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Untuk memetakan persoalan sekaligus mengidentifikasi potensi penerimaan daerah, Pansus turun langsung meninjau Pasar Wonomulyo, Sabtu (17/10/2026).

Peninjauan tersebut dipimpin Koordinator Pansus yang juga Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly, bersama Wakil Ketua DPRD Amiruddin, Wakil Ketua Pansus Agus Pranoto, anggota Pansus, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan unsur terkait. Hadir pula Kepala Dinas Tarkimhub Andi Afandi, Sekretaris Bapenda, Camat Wonomulyo beserta jajaran, Ketua Asosiasi Pedagang Wonomulyo, Kepala Pasar Wonomulyo, Lurah Sidodadi, para kepala desa se-Kecamatan Wonomulyo, dan Bhabinkamtibmas.

KONI Sulbar Dorong IOF Perkuat Solidaritas dan Utamakan Keselamatan

Fahry Fadly mengatakan, peninjauan lapangan merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang sebelumnya membahas persoalan pengelolaan pasar dan peluang peningkatan PAD. Melalui kunjungan tersebut, Pansus ingin memastikan kondisi riil di lapangan sehingga rekomendasi yang disusun nantinya sesuai dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami berada di Pasar Wonomulyo ingin mengecek secara langsung seperti apa sebenarnya permasalahan yang ada di lapangan,” kata Fahry.

Pastikan Ketahanan Pangan, Bupati Polman Cek Stok Beras di Gudang Bulog Polewali

Dari hasil peninjauan, Fahry menilai penataan Pasar Wonomulyo perlu mendapat perhatian serius, terutama menyangkut aktivitas pedagang di kawasan pasar. Penataan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan para pedagang, termasuk pedagang ikan yang membutuhkan lokasi berjualan lebih tertib dan fasilitas yang memadai.

“Seperti yang kita lihat di lapangan, ada penjual ikan yang mungkin bisa ditata dengan baik. Tetapi, tak kalah pentingnya, mereka juga membutuhkan fasilitas yang layak,” ujarnya.

Wakili Ketua,Sekum KONI Buka Musorprov III Pengprov POBSI Sulbar Tahun 2026

Menurut Fahry, upaya meningkatkan PAD dari sektor pasar tidak cukup hanya dengan menata aktivitas perdagangan. Pemerintah daerah juga perlu memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di pasar.

Karena itu, hasil peninjauan akan menjadi bahan bagi Pansus dalam menyusun rekomendasi kepada pemerintah daerah, khususnya terkait pembenahan fasilitas dan pengelolaan Pasar Wonomulyo.

Ia menegaskan, optimalisasi PAD harus berjalan seiring dengan penyelesaian persoalan di lapangan dan perbaikan tata kelola. Dengan demikian, peningkatan penerimaan daerah tidak hanya berorientasi pada pendapatan, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas publik.

Setelah Pasar Wonomulyo, Pansus berencana melanjutkan peninjauan ke pasar-pasar lain di Kabupaten Polman. Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi dan persoalan pengelolaan pasar secara lebih menyeluruh sebagai dasar penyusunan rekomendasi bagi pemerintah daerah./***

× Advertisement
× Advertisement